USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Nilai Kemanusiaan yang Diberikan Teater Lena USD

diupdate: 9 tahun yang lalu


Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma (PGSD USD) angkatan 2015 pada hari Rabu (9/5) mempersembahkan festival pertunjukan teater. Hari itu merupakan rangkaian teater yang terakhir yang sudah diadakan sejak Senin (7/5), setelah teater Turah, teater Sanak, teater Caper, dan teater Sayana, lalu pada (9/5) giliran Teater Lena menunjukkan penampilannya. Teater yang berjudul "Manusia Sia-sia (Belum Berhasil Dihina)" ini diadakan di Auditorium Driyarkara USD dengan Maria Farika Wijaya sebagai sutradara.
Cerita berawal dari sebuah keluarga sederhana yang terlihat harmonis. Sayang ayah adalah seorang tunanetra yang bernama Bapak Tumirah dan istrinya adalah seorang tunarungu. Mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama Dika yang tampan dan sempurna. Keharmonisan keluarga bapak Tumirah mulai terpecah ketika Dika dicampakkan oleh Sari, kekasihnya yang tak bisa menerima kekurangan dari orang tuanya. Berbagai masalah mulai datang menghampiri keluarga bapak Tumirah. Bapak dan Ibu Tumirah yang mengungkapkan kebenaran dengan kemampuan mereka dianggap sebagai pemfitnah dan pembohong. Sampai suatu ketika Bapak dan Ibu Tumirah berada pada titik terlemah. Mereka diperlakukan bukan lagi sebagai manusia yang berharga. Yang tersemat pada nama mereka hanyalah cacian dan hinaan. Mereka menjadi manusia yang paling hina, sedangkan Dika, kebanggaan mereka tak mampu berbuat apa-apa.
Teater yang berdurasi kurang lebih dua jam itu berhasil membuat seluruh penonton tertawa pada satu jam pertama dan terharu sedih pada jam selanjutnya. Tejo Sampurno, M.A., M.S. selaku pembimbing teater mengatakan bahwa “kita tidak boleh melihat apapun dari cover jadi semua harus kita kupas sampai sedalamnya. Apalagi guru SD melakukan judging dan kita harus memahami bahwa Tuhan itu adil di mana setiap kekurangan pasti mempunyai kelebihan, seperti contoh tokoh Bapak Tumiran yang buta tetapi melalui kemampuan audio ia bisa mengetahui sesuatu itu bohong atau tidak juga dari Ibu Tumiran yang tuli tetapi mempunyai kelebihan micro expression”.
Ani Galih Pratiwi, mahasiswi PGSD yang menjadi aktor sekaligus Ketua dalam teater ini mengungkapkan bahwa terbayar lunas apa yang teater Lena usahakan dalam tiga bulan ini, saya berharap jika ke depannya PGSD USD dapat mengembangkan kegiatan seperti ini agar mahasiswa tak hanya berkutat dengan tugas, namun mahasiswa juga dapat bereksprsi bebas dengan adanya pementasan teater yang selalu didukung oleh universitas.
(AMDA & ATP)

  kembali