Seiring berkembangnya zaman, arus informasi pun juga semakin deras membanjiri berbagai aspek kehidupan. Hampir seluruh informasi dapat diperoleh dari berbagai media. Dalam memahami informasi-informasi tersebut, penerjemahan dalam bidang jurnalistik pun sangat dibutuhkan. Penerjemahan diperlukan sebagai jembatan penghubung perbedaan budaya dan bahasa yang kerapkali masih menjadi penghambat arus informasi global. Hal tersebut melatarbelakangi diselenggarakannya pelatihan penerjemahan dokumen jurnalistik ini.
Sabtu (5/5) Pelatihan yang diadakan di ruang Kadarman, Gedung Pusat, Kampus II Universitas Sanata Dharma ini merupakan pelatihan ke-3 yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Inggris bekerjasama dengan Jogja Literary Translation Club (JLTC). Pemateri yang mengisi pelatihan tidak lain adalah Widiana Martiningsih, S.S alumna dari Sastra Inggris USD yang sekarang adalah Sekretaris HPI Komda DIY-Jateng sekaligus penerjemah lepas.
Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Stefani Veronika yang merupakan perwakilan panitia sekaligus Ketua dari JLTC. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan “adanya pelatihan hari ini adalah salah satu kegiatan JLTC untuk mencapai tujuannya. Terkhusus, dengan adanya beragamnya tema yang diberikan dalam setiap kegiatan, JLTC berharap dapat membantu meningkatkan kualitas terjemahan dan mengembangkan potensi penerjemah pemula”.
Segera setelah sambutan, pelatihan langsung diserahkan kepada pemateri untuk memulai pelatihan dengan pengantar terjemahan jurnalistik yang dilanjutkan dengan penjelasan mengenai jenis dan struktur teks jurnalistik. Selain itu, adapula penjelasan mengenai prinsip, metode, tips, dan trik dalam menerjemahkan teks jurnalistik. Sesi pertama ini ditutup dengan suatu kalimat menarik yaitu “Everything is translatable. The question is whether it can be translated well or not”.
Pada sesi kedua, para peserta diminta untuk berlatih menerjemahkan beberapa penggal dokumen jurnalistik, baik dari Indonesia ke Inggris, maupun sebaliknya. Tujuh puluh orang peserta yang hadir datang dari latar belakang yang berbeda. Ada yang sudah bekerja sebagai penerjemah professional dan pemula, namun juga banyak mahasiswa yang baru mau menekuni dunia penerjemahan yang datang dari berbagai Universitas dan kota di pelatihan yang berlangsung selama 7 (tujuh) jam ini. Peserta sangat antusias dengan melontarkan beberapa pertanyaan terkait dengan materi dan latihan-latihan. Pelatihan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian sertifikat.
(FAN & SV)




