Sabtu (21/4) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Sanata Dharma (USD) telah menginjakkan umurnya yang ke-25. Dalam rangka Dies Natalis FE USD yang ke-25, diadakan acara talkshow kewirausahaan yang bertajuk "Kiat-kiat Menjadi Wirausahawan yang Sukses". Talkshow yang bertempat di Ruang Seminar Auditorium Driyarkara Kampus 2 USD ini dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi, Manajemen, Akuntansi USD, juga peserta non-USD. Talkshow tersebut menghadirkan dua wirausahawan muda yaitu Bagus dari Raminten's Kitchen dan Pepeng dari Klinik Kopi.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Sanata Dharma, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Maria Cyntia selaku Ketua Panitia acara talkshow, Tanto selaku Ketua Panitia Dies Natalis FE, dan Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A selaku Dekan FE USD. Dalam sambutannya, Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A menyampaikan harapannya talkshow ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk berwiraswasta. "Semoga Anda dapat berdiskusi dan menangkap pesan-pesan yang disampaikan oleh para pembicara." ucap Yudi.
Sesi pertama diisi dengan diskusi bersama Bagus pemilik Raminten's Kitchen. Bagus bercerita melihat Kota Yogyakarta merupakan kota pelajar dan wisata yang penuh dengan budaya, maka Bagus memanfaatkan peluang tersebut dengan cara membuka kafe kekinian. Bagus membuat sesuatu yang unik di kafenya dengan mengalunkan musik jawa dan menggunakan baju adat bagi pelayan yang bertugas. Selain itu, Bagus juga melibatkan karyawan sebagai pemilik perusahaan dengan membagi dividen setiap bulannya sehingga karyawan selalu merasa ingin memberikan yang terbaik. “Apabila membuka usaha berarti harus siap jatuh bangun, seperti apabila ingin bisa mengerjakan ujian maka harus siap untuk belajar”.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Pepeng yang merupakan pemilik salah satu warung kopi di Yogyakarta bernama Klinik Kopi. Pepeng bercerita bahwa untuk membuka suatu usaha wirausaha adalah passion. "Passion dan suka itu berbeda lho ya. Kalau kalian suka, belum tentu itu passion kalian. Untuk menjalani sesuatu dalam jangka panjang, kalian harus punya passion. Jangan cuma suka saja." ujar Pepeng. Baginya, passion bukanlah apa-apa tanpa karya. Maka dari itu, ia mendirikan Klinik Kopi atas passion-nya pada kopi. Ia beserta istri travelling sendiri untuk memilih biji kopi yang akan dijual, membuat kopi pada pelanggan sendiri, dan yang menjadi ciri khas Klinik Kopi yaitu Pepeng sebagai pemilik juga selalu bercerita tentang kopi yang dibeli oleh costumer. "Dalam wirausaha, kita harus memperhatikan tiga hal, yaitu usaha kita harus sedikit berbeda dibanding yang lain, memiliki ciri khas, dan memiliki karakter yang mempresentasikan diri kita sendiri." ucap Pepeng. "Sukses itu bukan tujuan temen-temen, tapi efek." lanjut Pepeng.
Setelah para pembicara selesai memaparkan materinya, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta terlihat antusias dalam mengikuti talkshow tersebut dengan aktif bertanya dan menanggapi. Tak lupa juga panitia memberikan kenang-kenangan kepada kedua pembicara sebagai ucapan terimakasih. Acara talkshow ini ditutup dengan akustik.
(ATP & IK)




