USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kuak Catatan Hitam Devisa Negara

diupdate: 9 tahun yang lalu


Jumat (20/4) Menko Pergerakan Eksternal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan forum diskusi dengan tajuk “Menguak Catatan Hitam Pahlawan Devisa Negara”. Forum ini diselenggarakan pada pukul 17.00-21.30 WIB di Ruang Xaverius Lantai 3 PGSD Kampus 1 USD. Acara ini dihadiri oleh perwakilan setiap organisasi di USD seperti DPMU, BEMF, HMJ, HMPS, mahasiswa dari beberapa program studi, dan umum.
Terdapat dua pemantik dalam acara ini yaitu dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pencegahan Ekploitasi Anak/Perempuan Rehabilitasi Lingkup Kehidupan (PEARL) dan Erwiana bagian dari Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI-JBMI). Diskusi ini dipandu oleh Christoforus Katon sebagai moderator. Forum ini mengupas catatan hitam devisa negara yang sekarang ini masih terjadi.
Diskusi ini dibuka oleh Ibu Debi warga Amerika Serikat yang merupakan bagian dari komunitas PEARL, komunitas yang berasal dari Salatiga. Menguak 10 fakta tentang perdagangan atau perbudakan manusia (Human Trafficking) dengan diputarkan sebuah video untuk mempermudah audiens. Gambaran faktor apa saja yang membuat perdagangan manusia dijelaskan begitu rinci. LSM PEARL juga menampilkan sebuah drama singkat tentang proses  Human Trafficking yang semakin membuka pikiran audiens pada acara tersebut. Drama tersebut menutup sesi pertama pada diskusi.
Sesi kedua dilanjutkan Erwiana yang pernah mendapakan penghargaan salah satu dari 100 perempuan berpengaruh di dunia dalam Majalah Times Magazine pada tahun 2014.  Erwiana menceritakan kisah perjuangan  yang pernah dialami selama menjadi buruh migran hingga bisa mengajak 5000 orang migran untuk melakukan perlawanan akan ketidakadilan yang dialami. Erwiana juga memaparkan bagaimana strategi dan upaya organisasi untuk membantu korban yang mengalami kejadian serupa. Erwiana yang sekarang ini juga tengah berkuliah di program studi Manajemen Universitas Sanata Dharma ini mengajak para audiens agar dapat menjadi agen-agen perubahan dengan menyuarakan kebenaran demi keadilan umat manusia. Acara selanjutnya adalah sharing dan tanya jawab yang semakin menambah kehangatan dalam diskusi ini. Banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada pemantik sehingga semakin menambah pengetahuan dan wawasan bagi para audiens yang mengikuti diskusi ini.
Sebagai koordinator Menko Pergerakan Eksternal BEM USD, Christoforus Katon mengatakan bahwa acara ini sangat penting bagi mahasiswa sebagai kaum muda agar memiliki pengetahuan, berani bersikap dan dapat menjadi agen-agen perubahan yang berani menyuarakan keadilan agar manusia dapat memperoleh hak-hak asasinya dengan adil dan bijaksana. Diskusi yang sangat hangat dan menarik ini ditutup dengan pemberian kenangan-kenangan kepada pembicara dan dilanjutkan dengan foto bersama dengan seluruh audiens.
(MCMKS & CPBS)

  kembali