Sion Ministry Universitas Sanata Dharma pada hari Minggu, 15 April 2018 mengadakan workshop rohani dengan tema Unreasonable Love, kegiatan ini bertempat di Ruang Multimedia Gedung Utama Kampus 3 USD Paingan. Workshop yang dibuka untuk umum ini mengajak mahasiswa dari berbagai kalangan, berbagai agama, dan berbagai universitas yang berada di Yogyakarta untuk membantu mencari tujuan hidup mereka. Diambil dari Yeremia 31:3, panitia berharap kasih sejati dari Sang Pencipta dapat tersampaikan. Workshop yang dikemas secara rohani membuat peserta “recharge” akan kasih sejati. Diawali dengan nyanyian, peserta terlihat bersemangat mengikuti workshop ini.
Workshop ini terdiri dari 3 sesi, yaitu sesi True Love, True Community, dan True Destiny. Ketiga sesi ini diharapkan mahasiswa tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah. Menurut Brigita Shelly Zahara selaku Ketua Panitia, mahasiswa dapat terjerumus ke dalam pergaulan yang salah karena mereka tidak mengetahui tujuan hidup mereka. Dalam membantu menemukan tujuan hidup, mereka harus mengetahui dahulu bahwa kasih sejati hanya berasal dari Sang Pencipta. Dalam sesi True Love, mahasiswa diharapkan dapat memahami kebenaran kasih sejati. Pada sesi True Community, mahasiswa diajak untuk memilah komunitas yang baik dan yang buruk. Banyak dari mahasiswa memilih komunitas yang salah karena ikut-ikutan. Komunitas yang salah akan mempengaruhi kepribadian. Seharusnya pergaulan baik merusak pergaulan buruk, bukan sebaliknya, ujar Brigita. Pada sesi True Destiny, mahasiswa diajak untuk menentukan tujuan hidupnya. Pada sesi ini, dilakukan tes kepribadian menggunakan MBTI.
Workshop rohani ini mengundang 3 pembicara yaitu Fendy M.T, S.Si yang memberikan materi berupa "True Love" (Kasih yang sejati dari Sang Pencipta membuat kita dapat dipulihkan untuk tidak lagi mencari-cari kasih), Izanirwanasari Sihotang, S.T. yang memberi materi berupa "True Community" (Memilih komunitas yang benar agar tidak salah pergaulan), dan Brigitta Shelly Zahara yang memberikan materi berupa "True Destiny" (Mengerti tentang kepribadian diri yang diciptakan unik dan berbeda untuk mengetahui tujuan hidup dari sang Pencipta). Mengasihi tidak hanya untuk orang lain, melainkan juga untuk negara ini yang dapat diwujudkan dengan memajukan Indonesia. Menurut salah satu pembicara, Koko Fendy mengatakan bahwa kita harus menjadi mahasiswa yang produktif. Menurutnya, pekerja pada masa depan akan dapat digantikan oleh robot. Namun, ia percaya wisdom dan love yang ada di dalam pekerja tidak akan tergantikan. Dari hal itu, paling tidak kita harus mempunyai ability, basic skills, cross functional skills agar items yang dijual di dunia ini tidak bertuliskan “made by robots” melainkan “made by humans”.
(TAP & AMDA)




