USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Lokakarya Linguistik Edukasional

diupdate: 9 tahun yang lalu


Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) cabang Universitas Sanata Dharma bekerja sama dengan Masyarakat Linguistik Pusat, menyelenggarakan lokakarya dengan materi “Lokakarya Linguistik Edukasional”. Lokakarya yang berlangsung selama dua hari, 23-24 Maret 2018, bertempat di Ruang Kadarman Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma ini memiliki tiga pembahasan mengenai linguistik yang dibagi ke dalam tiga sesi dalam dua hari. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan kemudian kata sambutan dari Ketua MLI cabang Universitas Sanata Dharma dan Rektor Universitas Sanata Dharma.
Hari pertama di bagi menjadi dua sesi presentasi, Rosendi Galih Susani memandu jalannya workshop yang dipaparkan oleh  Dr. B. Widharyanto, M.Pd dengan menjelaskan “Isu-isu Dalam Linguistik Edukasional dan Metode Penelitian yang digunakan”. Kemudian, sesi kedua dilanjutkan dengan pembahasan tentang “Bahasa Nonverbal Dalam Komunikasi Bagi Etnis Jawa: Kajian Pragmatik”. Dalam presentasinya, Dr. B. Widharyanto, M.Pd. mengatakan bahwa Bidang Lingusitik Edukasional terus dikembangkan melalui penelitian secara lintas disipliner dengan berbagai metode penelitian yang relevan, seperti penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, mix method, penelitian tindakan kelas, penelitian dan pengembangan, serta penelitian evaluatif. Sedangkan pada sesi kedua yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Pranowo, M.Pd., para peserta diharapkan dapat memilih sendiri topik penelitian sesuai dengan  bidang yang diminati, sesi ini berjalan dengan penjelasan tentang unsur-unsur dan tahap-tahap penyusunan proposal penelitian. Setelah kedua sesi tersebut, acara dilanjutkan dengan sesi pengayaan, di mana para peserta dan pembicara berdiskusi lebih dalam tentang isu-isu dan materi yang dibawakan.
Hari kedua, Yolenta Elsa Ambon,S.Pd. memandu jalannya workshop yang dipaparkan oleh Dr. Setiono Sugiharto. Ketua Program Magister dan Doktoral Linguistik Terapan Bahasa Inggris FPB UNIKA Atma Jaya Jakarta ini menjelaskan tentang “Autoethnography Method: A New Direction In Educational Linguistic Research”, memberikan saran bagaimana menulis secara edukatif dan efisien. Antusiasme peserta sangat tinggi dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada pembicara. Acara dilanjutkan dengan coffe break setelah itu masuk dalam pengayaan. Kegiatan ini dibuka dengan diskusi kelompok untuk sharing  bertukar pendapat  menciptakan aksi provokatif yang positif. “Data-data yang di dapat harus di explore” ungkap Pak Setiono ketika di tengah sesi.
(SL & CPBS)

  kembali