Mengenal budaya dan tata krama yang ada di pulau Jawa dirasa penting bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah pulau Jawa, tak terkecuali Mahasiswa Kerjasama 2017 Universitas Sanata Dharma (USD). Sejalan dengan hal tersebut, Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional (BKHI) USD mengadakan kegiatan live-in bagi Mahasiswa kerjasama 2017 di dusun Bendo, Srandakan, Bantul pada tanggal 09-11 Maret 2018. Mahasiswa kerjasama yang mengikuti kegiatan live-in ini berasal dari berbagai daerah di antaranya NTT, Papua, Mentawai, dan lain lain. Mahasiswa kerjasama 2017 USD tersebut tinggal bersama dan beraktifitas bersama warga dengan mata pencaharian yang berbeda-beda. Mata pencaharian warga dusun Bendo di antaranya berjualan jajanan pasar, membuka usaha binatu, memproduksi pembibitan jamur tiram, usaha mebel, berjualan bubur dan sembako, membuat kerajinan eceng gondok, dan membuat reklame.
Selama menjalani kegiatan live-in, Mahasiswa Kerjasama 2017 USD banyak dibimbing oleh warga dukuh Bendo terutama mengenai budaya yang ada di pulau Jawa dan pengetahuan mengenai mata pencaharian yang dilakukan oleh warga. Tidak hanya belajar, Mahasiswa Kerjasama 2017 USD juga proaktif membantu keluarga yang ditinggali. Salah seorang warga dusun Bendo, Ibu Langgeng yang bermata pencaharian berjualan bubur, mengatakan bahwa Mahasiswa Kerjasama 2017 USD proaktif dalam membantu mereka beraktifitas sehingga merasa pekerjaan menjadi ringan. Mahasiswa Kerjasama 2017 USD yang tinggal pun dianggap seperti anak sendiri. Hal tersebut adalah salah satu alasan penutupan acara live-in berjalan dengan suasana haru. Penerimaan dari warga dusun Bendo terhadap Mahasiswa Kerjasama 2017 USD membuat mahasiswa tidak ingin pulang. Hal itu pula yang mendasari niat para Mahasiswa Kerjasama 2017 USD untuk kembali menyapa dan membantu warga dusun Bendo di kemudian hari nanti.
Ketika ditanya mengenai kesan selama menjalani live-in, salah seorang Mahasiswa Kerjasama 2017 USD mengatakan, “Terima kasih sekali kepada Bapak dan Ibu, yang telah menerima kami apa adanya sehingga kami merasa sangat diterima. Saya belajar banyak hal, terutama bagaimana berkomunikasi dengan orang baru yang berbeda budaya dengan kita. Saya juga belajar menggoreng yang biasanya saya hanya tinggal makan saja. Dan yang lebih membuat saya senang, saya mendapat keluarga baru di sini.” Kesan yang disampaikan tersebut dialami pula oleh Mahasiswa Kerjasama 2017 USD lainnya dan mereka pun setuju bahwa live-in yang singkat itu banyak memberi mereka pelajaran yang berguna bagi studi mereka di Yogyakarta.
(NY)




