Sebagai kelanjutan dari JCAP (Jesuit Conference Asia Pacific) of Sustainability di tahun 2016, “AJCU-AP Sustainability of Life Project” diadakan di Universitas Sanata Dharma. Perhatian utama dari proyek ini adalah untuk membangun lingkungan yang ramah dan bersih tidak hanya di kampus, tapi juga di masyarakat. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Ateneo de Manila (Filipina), Ateneo de Davao (Filipina), Universitas Xavier (Filipina), Instituto São João de Brito (Timor Lorosa'e), Politeknik ATMI Surakarta (Indonesia), dan Universitas Sanata Dharma (Indonesia).
Pertemuan yang diadakan pada tanggal 7-9 Maret 2018 ini dimoderatori oleh Romo Benny Hari Juliawan, SJ. Pada hari pertama, pertemuan tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Sanata Dharma sekaligus Presiden AJCU-AP (The Association of Jesuit Colleges and Universities in Asia Pacific), Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D., dengan menguraikan bahwa hasil dari Konferensi JCAP sebelumnya di 2016 didasarkan pada beberapa masalah, misalnya peran perusahaan besar yang tidak memperdulikan dampak limbah pabrik terhadap warga. Oleh karena itu, proyek ini diharapkan bisa menjadi proyek kolaborasi yang mampu berdampak pada khalayak yang lebih luas untuk mempromosikan gaya hidup yang ramah lingkungan kepada masyarakat dan mahasiswa. Kemudian, masing-masing universitas mempresentasikan kepedulian mereka terhadap lingkungan di kampus atau di luar kampus. Ada banyak kekhawatiran yang dihadapi oleh berbagai negara mengenai kondisi dan situasi di lingkungan mereka, termasuk yang terkait dengan sungai, lahan kering, limbah, dampak bencana alam, dan lain-lain.
Pada hari kedua, para peserta mendiskusikan target yang dapat diimplementasikan seperti yang sudah dibuat sebelumnya yaitu institusi, pemerintah, bisnis, masyarakat adat, dan agama. Mereka bekerja sama untuk membuat aktivitas-akivitas yang relevan dengan isu lingkungan dan anggaran untuk aktivitas-aktivitas tersebut. Sebagai tambahan, peserta yang hadir dinobatkan sebagai tim inti dari Sustainability Life Project. Hari terakhir ditutup dengan mengunjungi tempat wisata yang ada di kota Yogyakarta.
(RMZ)




