USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Panggung Terbuka dan Doa Lintas Iman Mahasiswa USD

diupdate: 9 tahun yang lalu


Salam Mahasiswa! Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta menggelar Panggung Terbuka dan Doa Lintas Iman, Selasa (13/2). Acara ini dimulai pukul 17.00 WIB, bertempat di Hall Auditorium Driyarkara USD yang dibuka dengan menampilkan video lintas iman, dilanjutkan penampilan akustik dari salah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Acara selanjutnya adalah pembacaan puisi, penampilan dari PSM Cantus Firmus, lalu pembacaan cerpen, dan musikalisasi puisi dari Teater Seriboe Djendela USD, serta penampilan dari BEM USD. Pada saat maghrib tiba, dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah, setelah sholat maghrib dilanjutkan dengan orasi dari mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, sambutan dari perwakilan Gusdurian, dan sambutan dari Romo Bambang Irawan, SJ selaku Perwakilan dari Pimpinan USD. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengucapan janji mahasiswa terkait dengan isu SARA yang beredar oleh BEM USD, lalu diakhiri dengan doa lintas iman.
Ganang Darmanto selaku Presiden BEM USD menyampaikan bahwa “acara ini dilatarbelakangi berbagai masalah yang muncul di Indonesia, seperti Biksu yang dicurigai melakukan ibadah di rumahnya, penyerangan di Gereja Santa Lidwina Sleman, dan kejadian di Jawa Timur yaitu kaca Masjid dihancurkan”.
Koordinator acara, Christoforus Katon menambahkan bahwa kejadian tersebut merupakan peristiwa kemanusiaan bukan berlandaskan agama atau apapun. Oleh sebab itu acara ini diselenggarakan untuk memunculkan kembali semangat Pancasila. Ganang menambahkan dengan terselenggaranya Panggung Terbuka dan Doa Lintas Iman ini, “Harapannya dapat membuat teman-teman semakin mengerti bahwa persatuan sangat penting dan dengan persatuan tidak dapat memecah belahkan kita”.
Di akhir sambutan dari Presiden BEM USD, Ganang membacakan beberapa hal yang menjadi perhatian dan bentuk dukungan USD, yaitu (1) Kejadian yang terjadi di Gereja  Santa Lidwina merupakan tragedi kemanusiaan yang wajib menjadi perhatian kita semua tanpa menyalahkan serta distraksikan suku, agama, ras; (2) Menolak dengan keras segala faham dalam masyarakat yang berpotensi menimbulkan perpecahan NKRI serta bertentangan dengan Pancasila; (3) Memohon dengan hormat kepada penegak hukum untuk memproses segala perpecahan di masyarakat seperti  kasus penganiayaan ulama di Bandung, di Gereja Santa Lidwina serta kasus-kasus lainnya tanpa pandang bulu; (4) BEM USD serta mahasiswa USD selalu siap  untuk menjadi agen-agen perdamaian di NKRI dengan berlandasan Pancasila; (5) BEM USD serta seluruh mahasiswa USD akan bersikap netral kepada setiap peristiwa yang terjadi serta tidak akan menyebarkan berita-berita tanpa adanya kejelasan terlebih dahulu; (6) Segenap masyarakat Indonesia tetap membangun dialog antar umat beragama dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai rumah bagi seluruh masyarakat Indonesia yang damai dan berkeadilan sosial.

Kemudian acara diakhiri dengan doa lintas iman yang dipimpin oleh agama Islam, Budha, Hindu, Kristen, dan Katolik. Doa berjalan dengan sangat lancar dan dilaksanakan dengan menyalakan lilin.
(MS & AMDA)

  kembali