Kamis (14/12) Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan kegiatan “Seminar Ilmiah Dosen” yang merupakan kegiatan tahunan yang diadakan dalam rangkaian Dies Natalis. Dengan mengusung tema “Tantangan Peradaban dan Peran Universitas”, Dies Natalis ke-62 ini berlangsung di Gedung Utama Kampus 3 USD.
Lebih dari 300 peserta menghadiri seminar ilmiah dosen kali ini. Peserta seminar terdiri dari seluruh dosen di USD. Sejak pukul 08.00 WIB, para peserta seminar sudah datang dan berkumpul di depan ruang Drost untuk registasi kemudian dilanjutkan dengan kopi rehat. Kegiatan kopi rehat dijadikan salah satu momentum bagi para peserta seminar untuk saling membaur, bercerita dan saling bertukar pikiran satu sama lain. Acara seminar dimulai pukul 09.00 WIB yang diawali dengan doa dan menyanyikan hymne Sanata Dharma. Sambutan disampaikan oleh Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor USD. Ada beberapa poin yang disampaikan oleh beliau terkait tema yang diusung dalam penyelenggaraan seminar ilmiah dosen antara lain dari kegiatan seminar yang nantinya diharapkan seluruh civitas akademika USD memiliki suatu dorongan moril untuk memikirkan solusi dari tantangan peradaban dan juga memberikan dampak yang nyata bagi universitas serta bagi bangsa.
Seminar dimoderatori oleh Ibu Elisabeth Arti Wulandari, Ph.D. selaku dosen USD. Bapak Bre Redana selaku Kolumnis KOMPAS MINGGU rubrik UDAR RASA dan Bapak Paulus Sarwoto, Ph.D. selaku dosen USD diundang untuk menjadi pembicara. Bapak Bre Redana menyampaikan materi tentang “Mengembalikan Rasionalitas dan Daya Nalar”. Pemikiran inventif melahirkan revolusi industri, serta pemikiran subversif yang melahirkan modernisme. Seiring dengan berjalannya waktu, nantinya kegiatan literasi akan berubah menjadi digitalisasi dan pemikiran Yesterday MIND akan digantikan oleh Tomorrow’s MIND. “Tantangan Peradaban dan Peran Universitas” adalah materi yang dipaparkan oleh Bapak Paulus Sarwoto, Ph.D. dengan membahas tentang kolonialisme dan konstelasi kekuasaan di Jawa. Ada perubahan masif dan disruptive yang membawa banyak peluang namun juga membawa tantangan, hal ni sudah terjadi di masa lalu namun dengan konsep yang berbeda dan menjadi tuntutan kembali di masa ini untuk bisa menyesuaikan. “Universitas berperan untuk menanamkan makna kebenaran dan 5 hal untuk menghindari tumbuhnya fundamentalisme: Critical Scholarship, Critical (dis)respect, Critical Thinking, Critical Doubt, Critical Lightness.” ungkap beliau saat menyampaikan materi.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antar peserta seminar dengan permbicara yang berlangsung sekitar 1 jam. Pada sesi ini, peserta seminar menggunakan kesempatannya bukan hanya untuk sekedar bertanya, tidak sedikit peserta seminar yang juga menambahkan dan menanggapi materi yang sudah diberikan oleh pembicara. Suasana serius namun santai dan antusias dalam berdiskusi amat terasa pada sesi ini. Setelah sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis USD kepada pembicara oleh Rektor USD, kemudian acara ditutup dengan doa, makan siang, dan ramah tamah.
(ID & KYP)




