USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Diskusi Terbatas Teknik Informatika:
Disruptive Innovation dalam Dunia Pendidikan dan Bisnis

diupdate: 9 tahun yang lalu


Kamis (7/12), Program Studi (Prodi) Teknik Informatika (TI) mengadakan acara Diskusi Terbatas Teknik Informatika di ruang Drost lantai 4 Gedung Utama Kampus III Universitas Sanata Dharma (USD). Acara ini diikuti oleh berbagai instansi yang berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yakni pemerintahan, rumah sakit, perusahaan, sekolah, serta mahasiswa semester 7 Teknik Informatika USD. Prof. Dr. Ridwan Sanjaya, MS. IEC selaku Rektor Unika Soegijapranata Semarang dan Ir. Doto Yogantoro selaku Pengelola Desa Wisata Pentingsari dihadirkan sebagai narasumber.
Diskusi terbatas ini mengusung tema “Disruptive Innovation Dalam Dunia Pendidikan dan Bisnis“. Hal ini dilatarbelakangi oleh fenomena konvergensi teknologi digital dan globalisasi dunia yang telah memungkinkan munculnya disruptor (pengganggu tatanan yang sudah ada) pada berbagai bidang termasuk salah duanya adalah pendidikan dan bisnis. Fenomena ini diperkuat dengan perubahan aliran arus modal dunia dari yang sebelumnya fokus pada usaha-usaha berskala besar dan pabrikasi menjadi usaha-usaha berbasis teknologi. Untuk menanggapi hal ini, timbul pertanyaan : Apakah cukup berhenti pada rasa takut dan khawatir saja?. Prodi TI USD memandang sangat perlu upaya diskusi serta pembelajaran mengenai disruptive innovation untuk mampu berinovasi dan memunculkan gagasan juga ide-ide baru pada era dimana bermunculan.
Rektor USD, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. memberikan sambutan untuk membuka acara. Beliau menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat atas terselenggaranya acara ini serta menyapa semua peserta yang hadir dengan latar belakang yang berbeda. “Everywhere is school, everyone is a teacher” adalah kutipan yang disampaikan Pak Eka dalam menggambarkan keadaan saat ini. Kemudahan informasi yang tersedia pada era ini sangat mendukung untuk menimba ilmu bukan hanya di sekolah dan melalui guru saja namun bisa di manapun dan dari siapapun. “Semoga pertemuan ini berguna bagi kita semua yang sebenarnya adalah termasuk pelaku disruptive innovation terutama bagi mahasiswa harus bisa menaklukkan dunia digital yang sulit diatur karena secara fisik tidak ada.” ungkap beliau di akhir sambutannya.

Sesi pertama diskusi diisi dengan materi “Disruptive innovation Dalam Perguruan Tinggi” oleh Prof. Dr. Ridwan Sanjaya, MS. IEC. Beliau menyebutkan beberapa contoh disruptive innovation seperti beralihnya pendengar musik dari kaset & cakram ke musik digital serta pengguna kantor pos yang saat ini lebih sering menggunakan e-mail (surat elektronik). “Disruptive innovation sebenarnya adalah cara pandang ke depan untuk kemajuan di masa yang akan datang” ungkap Pak Ridwan pada sesinya. Sesi kedua diisi oleh Ir. Doto Yogantoro dengan materi “Disruptive innovation di dunia kepariwisataan”. Pada kesempatan ini, beliau mempresentasikan tentang Desa Wisata Pentingsari yang dinilai mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan kepariwisataan pada era globalisasi dengan inovasi tanpa kehilangan jati diri. Desa Pentingsari berevolusi menjadi wisata alternatif yang mengedepankan ALUI (Asli, Lokal, Unik, Indah) untuk menjawab fenomena pariwisata komersil yang sudah bergeser ke wisata alternatif. Hal ini dicapai dengan adanya kesadaran untuk mengubah potensi di desa menjadi produk yang bernilai ekonomi serta adanya kemauan dari masyarakat desa yang ingin berkembang. “Kalau saya melangkah dengan langkah kecil sendiri tidak ada arti apa-apa, namun bayangkan kalau satu kampung yang melangkah, dampak positifnya akan sangat besar.” ungkap Pak Doto. Kedua sesi diskusi diakhiri dengan tanya jawab yang berlangsung aktif dari para hadirin.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dengan beberapa mitra di antaranya PT Cyberindo Aditama (CBN), PT Anabatic Techonologis, dan Desa Wisata Penting Sari. Hal ini bermaksud sebagai bentuk kerjasama dengan  Prodi TI sebagai mitra untuk (kerja praktik/magang, data tugas akhir, dan lain-lain). Acara ini ditutup dengan dorprize, akustik, dan makan siang.

(CPBS & ID)

  kembali