Sabtu (25/11) Jogja Student Orchestra (JSO) mengadakan Grand Concert di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma (USD). Konser ini merupakan konser ketiga dari JSO. Sekilas mengenai JSO, JSO adalah sebuah organisasi passion yang menyatukan berbagai minat dan bakat pelajar di Jogja dalam bidang musik, fotografi, videografi, desain, dan tata kelola pertunjukkan yang akan dikolaborasikan dalam sajian pertunjukan musik orkestra. JSO berisi kumpulan para pemain musik orkestra dari berbagai latar belakang dan jenjang pendidikan yang berbeda. JSO mempunyai harapan untuk dapat menjadi tempat pemberdayaan anak-anak dan remaja melalui musik.
Grand Concert yang diadakan ini merupakan puncak dari rangkaian acara yang diadakan oleh JSO. Sebelumnya, JSO telah mengadakan Mini Concert dengan judul “Daftar Putar” di Taman Budaya Yogyakarta. Konser tersebut dikemas dengan mengeksplor banyak genre musik agar setiap orang dapat memaknai lagu sesuai dengan momennya masing-masing. Kali ini, Grand Concert mengambil tema Kebhinnekaan dengan judul “Suara Bangku”. Tema tersebut diambil untuk menggambarkan keindahan dalam perbedaan di kehidupan manusia. Berawal dari ide sebuah perbedaan yang mempersatukan, bangku menjadi objek utama bagi setiap orang untuk meninggalkan ceritanya masing-masing. Dalam konser ini, lagu yang dibawakan mengeksplor banyak karakter musik, sehingga memiliki kesan dan pesan yang berbeda bagi setiap orang. Tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, tahun ini JSO membalut konsernya dengan adegan-adegan teatrikal. Teater disuguhkan dengan konsep panggung clean dan mature sehingga penonton dapat menikmati keselarasan alur antara pertunjukan musik dan teater.
Grand Concert dibuka oleh seorang MC pada pukul 19.40 WIB. Konser dimulai dengan meriah. Terdapat sebuah drama sebagai pembuka setiap kali musik akan dimainkan. Beberapa bintang tamu yang ikut memeriahkan Grand Concert antara lain Paduan Suara Cantus Firmus USD, Citra Scholastica, Oni Krisnerwinto (OnI & Friends), Brian Prasetyoadi, Gilbert Pohan, Rafi Daeng, dan Dino Alshan. Terdapat 13 lagu yang dimainkan oleh tim JSO pada Grand Concert tersebut. Lagu-lagu tersebut antara lain Hikmah Merdeka, Zamrud Khatulistiwa, Indonesia Pusaka, Negeriku, Medley Nusantara, Anak Jalanan, Sepasang Bola Mata, Rumah Kita, Bento, Simponi yang Indah, Harmoni, Mengejar Matahari, dan Kebyar-Kebyar. Setiap kali lagu selesai, para penonton dengan antusias memberikan tepuk tangan yang meriah.
Secara keseluruhan, Grand Concert dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, Grand Concert juga memberikan kesan bagi para penonton yang hadir, salah satunya yaitu Edwin, seorang alumni mahasiswa Universitas Gadjah Mada. “Sebagai orang yang baru beberapa kali menonton konser orkes seperti ini, senang bisa melihat suasana baru. Mengajak anak-anak dalam permainan orkestra dalam konser malam ini membuat konser semakin menarik.” ucapnya.
Orkestra bukanlah hal yang mudah untuk ditampilkan. “Kalau main band latihan sebanyak dua kali juga bisa, tapi kalau orkestra membutuhkan banyak komponen, seperti disiplin, skill, kerjasama, dan kesabaran.” kata Penasehat acara Grand Concert. JSO membuktikannya pada Grand Concert malam itu. Semua komponen menyatu dengan pas dan meriah. “Kami berharap ke depannya semakin banyak konser orkestra di kota Yogyakarta karena di kota-kota besar lain sudah sering diadakan konser seperti ini.” kata Mahesa selaku Ketua acara Grand Concert.
Pada puncak acara, terdapat pemberian karangan bunga pada pihak-pihak yang ikut mensukseskan Grand Concert. Karangan bunga diberikan sebagai ungkapan syukur dan terima kasih karena acara berjalan dengan lancar. Grand Concert ditutup secara meriah pada pukul 21.50 WIB dengan lagu Kebyar-Kebyar. Semua penyanyi ikut bergabung di atas panggung untuk bernyanyi dan menari bersama.
(IK & ATP)




