USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kontribusi Prodi Ekonomi USD dalam Merespon Problem Sosial Ekonomi Yogyakarta

diupdate: 9 tahun yang lalu


Jumat (24/11) Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan seminar yang mengusung tema “Generasi Muda Kekinian (Kreatif, Kinerja, Niat, dan Nyata) Merespon Problem Sosial Ekonomi Yogyakarta”. Seminar yang bertempat di ruang Seminar Auditorium Driyarkara Kampus II USD ini menghadirkan dua pembicara yang berkompeten di bidangnya yakni Eko Suwanto, S.T., M.Si selaku Ketua Komisi A DPRD DIY,  Novi Anasthasia Purba  selaku CEO & Founder Kama Batik, dan dimoderatori oleh Antonius Budisusila, S.E., M.Soc.Sc yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi USD.
Seminar ini diselenggarakan sebagai puncak acara Economics Learning Competition (ELC) yaitu lomba tahunan prodi Ekonomi yang mengajak siswa-siswi SMP dan SMA se-DIY untuk menanggapi permasalahan ekonomi dan memberikan solusinya bagi keberlangsungan ekonomi pada era sekarang dan mendatang. Dalam sambutannya ketua panitia ELC mengatakan agar seminar ini memiliki manfaat dalam membangun dan menanggapi problem sosial ekonomi yang ada di Yogyakarta. Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D selaku Wakil Rektor I USD, dalam sambutannya mengatakan: “sebagai wujud cinta kepada Yogyakarta, seminar ini memberikan kesempatan orang muda untuk melihat persoalan ekonomi yang ada di Yogyakarta secara kreatif dan memiliki kepedulian yang nyata untuk membawa perubahan serta menggerakkan semua orang agar memiliki kepekaan terhadap perkembangan ekonomi di Yogyakarta”.
Acara selanjutnya adalah pemaparan dari kedua pembicara. Pada sesi pertama Bapak Eko memaparkan kenyataan tentang wajah Yogyakarta pada saat ini yakni kota pelajar, namun di sisi lain Yogyakarta menghadapi tantangan yang meresahkan di antaranya yaitu 1. Kapitalisme & Neo Impersialisme; 2. Ancaman individualisme; 3. Ancaman Ekstrimisme/Radikalisme; 4. Ancaman Terorisme; 5. Ancaman Narkoba; 6. Ancaman Intoleransi; dan 7. Pembiaran Pelanggaran Hukum. Beliau juga menambahkan problem yang ada bukanlah hanya semata-mata fenomena sosial ekonomi namun juga problem tentang peradaban manusia. Beliau mempunyai harapan agar Perguruan Tinggi seperti halnya prodi Ekonomi USD agar memiliki kontribusi bersama-sama untuk membaca kemampuan ekonomi agar membawa perubahan ekonomi yang mana semakin membuat sejahtera masyarakat yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesadaran hidup bersama dan kerja kolektif adalah kunci utama untuk menanggapi problem yang ada di sosial ekonomi masyarakat, tambahnya.
Pada sesi kedua, Novi Anasthasia Purba mengajak kaum muda agar mampu merinci masalah yang ada dalam sosail masyarakat sehinggga dapat memecahkan masalah tersebut. CEO & Founder Kama Batik ini berbagi cerita tentang perjalanannya merintis usaha yang 2 tahun terakhir sedang digelutinya yang mana setiap usaha pasti mengalami jatuh bangun mulai dari tidak ada modal dan lain sebagainya. Namun dalam menanggapi hal tersebut beliau memiliki keyakinan, kegigihan dan merealisasikan idenya untuk mengolah kembali limbah batik untuk dijadikan bunga batik yang sangat indah serta dengan hal itu dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitar.

Setelah rangkaian seminar usai, acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada kedua pembicara dan pembagian hadiah pemenang lomba ELC yang diikuti oleh pelajar di Daerah Istimewa Yogyakarta.
(FBAP & MCMKS)
Foto: RB & RB

  kembali