Universitas Sanata Dharma pada hari Jumat-Minggu, 17-19 November 2017 menjadi tempat bagi terselenggaranya lomba paduan suara anak. Lomba paduan suara ini diselenggarakan oleh Bentara Budaya bekerjasama dengan Kompas Gramedia dan beberapa sponsor salah satunya Universitas Sanata Dharma. Lomba paduan suara anak yang diberi nama Dendang Kencana 2017 ini pernah diselenggarakan pada tahun 1990an, namun lomba ini sempat terhenti dan baru dilaksanakan kembali pada tahun ini. Dendang Kencana 2017 ini diadakan di empat kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Gianyar. Yogyakarta menjadi kota kedua bagi terselenggaranya Dendang Kencana tahun ini. Lomba ini diselenggarakan di Universitas Sanata Dharma karena beberapa alasan, salah satunya karena lokasi yang representatif dari segala sisi. Selain itu karena tempat lomba dan tempat parkir yang memadai bagi peserta dan pengunjung yang hadir. Peserta lomba paduan suara anak ini merupakan anak-anak sekolah tingkat TK dan Sekolah Dasar yang berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Sebelum lomba paduan suara anak ini dilaksanakan, ada berbagai kegiatan yang dilakukan, yaitu workshop dan lomba cipta lagu anak yang diadakan di lima daerah, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Bali. Peserta dari lomba cipta lagu anak adalah para guru TK dan Sekolah Dasar. Pada lomba paduan suara anak, peserta harus menyanyikan satu buah lagu wajib, yaitu lagu Dendang Kencana dan satu buah lagu pilihan. Beberapa lagu hasil dari lomba cipta lagu anak juga dimasukkan dalam daftar lagu pilihan yang bisa dinyanyikan oleh peserta.
Pak Yunanto selaku panitia Dendang Kencana 2017 Yogyakarta menyatakan bahwa lomba paduan suara anak ini diadakan atas dasar keprihatinan terhadap anak-anak zaman sekarang yang banyak menyanyian lagu-lagu orang dewasa. Hal ini tentu tidak cocok dengan usia mereka. Selain itu, hal tersebut juga membuat lagu-lagu anak semakin hilang bahkan tidak dikenal oleh anak-anak zaman sekarang. Beliau berharap semoga peserta dari lomba paduan suara anak lebih banyak lagi dan lomba ini dapat terselenggara di berbagai kota di Indonesia.
(FBAP & AC)




