Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Sanata Dharma (USD) kembali mengadakan acara seminar internasional pada hari Jumat-Sabtu, 3-4 November 2017, bertempat di ruang seminar Driyarkara Auditorium USD dan beberapa ruangan di Kampus 2 USD. Seminar ini merupakan program tahunan yang diadakan PBI USD, tahun 2017 adalah tahun keempat diadakannya seminar internasional atau sering disebut dengan Language and Language Teaching Conference (LLTC). LLTC tahun ini mengangkat tema Empowering Learner Autonomy yang bertujuan untuk menyediakan tempat bagi para guru, dosen, praktisi pendidikan, dan peneliti untuk berbagi pengalaman terbaik mereka dalam mempromosikan otonomi pelajar dalam pembelajaran EFL (English as a Foreign Language)/ESL (English as a Second Language). Acara tersebut dibuka dengan sambutan oleh Ketua Panitia LLTC, F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. dan Drs. Johannes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor USD. Pembukaan acara ini pun turut dimeriahkan juga oleh penampilan dari paduan suara dan tarian dari PBI.
Pada hari pertama, diselenggarakan seminar dengan dua keynote speakers yaitu Prof Thomas Robb dari Kyoto Sangyo University dan Bapak Paulus Kuswandono, Ph.D. dari Universitas Sanata Dharma. Acara ini dihadiri oleh ratusan orang, yang terdiri dari mahasiswa dan atau dosen dari berbagai Universitas di Indonesia. Selain itu, tercatat ada 132 presenter baik dosen dan mahasiswa dari dalam maupun luar Universitas Sanata Dharma. Para presenter ini diberi kesempatan untuk menyampaikan penelitian mereka di 30 ruang yang tersebar di sekitar Kampus 2 USD. Kegiatan yang sering disebut dengan paralel session ini dihadiri sekitar 20 - 30 orang dalam setiap ruangan.
Pada hari kedua ada seminar yang disampaikan oleh keynote speaker Prof Dr. Stephen J Hall dari Sunway University Malaysia di ruang seminar Driyarkara. Selain itu juga ada 30 paralel session di beberapa ruang di sekitar Kampus 2 USD. Acara ini ditutup pada hari Sabtu, 4 November 2017 pukul 15.30 di ruang seminar Driyarkara. Dengan diadakannya LLTC tahun ini, diharapkan adanya sebuah pemahaman baru tentang otonomi pelajar dan bagaimana hal itu dipromosikan di sekolah dan konteks pembelajaran institusional dapat dimanfaatkan dengan sukses.
(FAN)




