USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Showcase UKM Ballet Tutu Club:
Once Upon A Time

diupdate: 9 tahun yang lalu


Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ballet Tutu Club Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Jumat (10/11) mengadakan showcase di Ruang Drost, Lantai 4 Gedung Utama Kampus III USD. Showcase ini merupakan showcase pertama yang diadakan oleh UKM Ballet Tutu Club dengan mengambil kisah The Twelve Dancing Princesses. Showcase ini diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun UKM Ballet Tutu Club yang ke-4. Lebih dari itu, showcase ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan UKM Tutu Club kepada seluruh mahasiswa USD sekaligus menjadi awal permulaan untuk persiapan menyambut pagelaran di tahun depan.
UKM Ballet Tutu Club USD resmi terbentuk pada 21 Oktober 2013. UKM ini juga merupakan UKM pertama dan satu-satunya di Yogyakarta yang mempelajari teknik-teknik dasar dari balet, kontemporer, dan kreasinya. UKM Ballet Tutu Club juga aktif menyelenggarakan pagelaran tari setiap tahun genap (dimulai pada 2014) dan workshop yang terbuka untuk umum setiap tahun ganjil (dimulai pada 2015).
Showcase dimulai pada pukul 19.00 WIB diawali dengan sambutan dari Ketua UKM Ignasia Kinanti, dan sambutan dari dosen pembina UKM Ballet Dewi Widyastuti, S.Pd., M.Hum. Melalui showcase ini, Igna berharap agar seluruh penonton juga merasakan kebahagiaan yang dirasakan Tutu Club. Selaku pembimbing UKM Tutu Club, Ibu Dewi berterima kasih atas kesediaan para penonton yang hadir untuk menyaksikan bagaimana Tutu Club belajar dan berkembang bersama melalui showcase yang ditampilkan.
The Twelve Dancing Princesses bercerita tentang perebutan kekuasaan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja Randolph, yang memiliki 12 orang putri. Sang Raja mengundang sepupunya yang bernama Rowena untuk mengasuh semua putrinya, agar bersikap layaknya putri kerajaan. Tanpa sepengetahuan kedua belas putri, Rowena berusaha mengambil alih kekuasaan dengan menyihir Sang Raja. Rowena meyakinkan Sang Raja yang sedang sakit untuk menunjuknya menjadi Ratu. Pada akhirnya seluruh putri Raja Randolph bekerja sama untuk menggagalkan niat jahat Rowena dan menyelamatkan kerajaan.

Ditemui seusai showcase, Maria Dwilla Sekar Putri selaku ketua panitia sekaligus salah satu penampil menyampaikan kepuasannya atas showcase yang telah terlaksana. Tak lupa dia menekankan salah satu pemilihan tema The Twelve Dancing Princesses adalah untuk menunjukkan walau sebagian anggota UKM perempuan, mereka tetap bisa melakukan sesuatu yang besar. Dengan diadakannya showcase ini, dia berharap agar showcase ini bisa menjadi sarana untuk melatih mental pemain serta mengasah bakat dengan bisa merasakan tampil di atas panggung, sehingga pemain memiliki bekal yang cukup dan persiapan yang matang untuk pagelaran.
(CAS & LJWJ)
Foto: Lens Club

  kembali