Dalam rangka memeriahkan rangkaian acara Dies Natalis Universitas Sanata Dharma (USD) ke-62, Komunitas Pakat Dayak USD menggelar Dayak Nite 2017 dengan tema “Pererat Integrasi Bangsa, Merangkul Tradisi Leluhur” pada Minggu (5/11) di Auditorium Driyarkara USD. Dayak Nite merupakan acara tahunan yang digelar oleh Komunitas Pakat Dayak USD yang menggabungkan seni tari dan musik. Pengisi pagelaran Dayak Nite tahun ini berasal dari kalangan muda-mudi yang setia menjaga tradisi budaya dayak dalam menghadapi tantangan perubahan zaman di antaranya Komunitas Tari Pakat Dayak, Uyau Moris, Tino Ame, Komunitas Tari UAJY, Tengku Fadly, dan RKS Project.
Dayak Nite 2017 dimulai pada pukul 18.30 WIB, dibuka dengan Tarian Pembukaan yang berjudul Nampa Sapo yang diangkat dari salah satu adat budaya paser yang dinamakan “Membuat Atap Rumah dari Daun Sagu” dari Komunitas Tari UAJY kemudian dilanjutkan sambutan dari Drs. Johannes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D, selaku Rektor Universitas Sanata Dharma.
Dayak Nite 2017 tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan budaya dayak kepada masyarakat secara luas, melainkan sebagai bentuk protes dari orang muda dayak terhadap pemerintah yang kurang memperhatikan tradisi orang dayak dan lebih mementingkan hubungan kerja sama dengan perusahaan asing yang berdampak pada pengrusakan atas sumber alam yang ada di Kalimantan yang disampaikan dalam tarian dan sebuah drama singkat.
Pada puncak acara Dayak Nite 2017, Komunitas Tari Pakat Dayak USD mempersembahkan tarian dan drama singkat yang berjudul Mahaga Lewu: Menjaga Tanah Air. Tarian Mahaga Lewu merupakan bukti kecintaan anak-anak muda terhadap tanah air mereka yang menjadikan mereka orang dayak.
“Saya sangat senang, acara Dayak Nite 2017 sangat luar biasa dan berbeda dari acara sebelumnya dengan menghadirkan drama singkat.” ungkap Dr. Anton Haryono, M.Hum., selaku Pembina Komunitas Pakat Dayak USD. Senada dengan bapak Anton, Romo In Nugroho selaku Wakil Rektor III mengungkapkan bahwa “Dayak Nite 2017 sangat luar biasa, yang hadir di acara ini banyak anak muda, orangnya baru, orangnya modern tapi tidak kehilangan akar historisnya dan mau belajar tentang budayanya”.
“Harapan ke depannya, semoga acara berikutnya lebih baik lagi dan dapat menginspirasi banyak orang dan terlebih dahulu mengenali isu-isu yang ada di Kalimantan yang nantinya bisa disampaikan lewat acara semacam ini sehingga dapat dilihat khalayak ramai, terlebih pemerintah di Kalimantan.” kata Andru Winata, salah satu anggota Komunitas Pakat Dayak saat ditanya perihal harapan ke depannya tentang acara Dayak Nite selanjutnya.
Dayak Nite 2017 memberikan kesan tersendiri bagi penoton yang memenuhi Auditorium Driyarkara USD. Acara ini diakhiri dengan kolaborasi tarian dan nyanyian yang di dipersembahkan oleh Komunitas Tari Pakat Dayak beserta pengisi acara Dayak Nite 2017.
(MT & AMDA)




