KH. Abdurrahman Wahid pernah berkata ”Keindonesiaan adalah ketika agama-agama atau keyakinan yang hidup di Indonesia berdiri sejajar dan memiliki kontribusi yang sama terhadap Negeri”. Hal ini tentu merupakan sebuah kutipan yang mampu mewakili indahnya keberagaman kita sebagai bangsa Indonesia. Sebagai wadah yang bertugas untuk mengepalai seluruh komunitas keagaaman yang berada di Universitas Sanata Dharma, Campus Ministry memfasilitasi seluruh komunitas-komunitas untuk saling berbagi dan belajar dalam hal keberagaman dengan diadakannya “Angkringan Lintas Iman. Acara yang diadakan pada (4/11) di Campus Ministry, Kampus 3 Universitas Sanata Dharma ini menyusun konsep angkringan agar seluruh peserta yang hadir dapat berbincang tanpa sekat. Acara ini disambut antusias oleh banyak komunitas keagamaan baik dari dalam Universitas Sanata Dharma maupun dari Universitas-universitas yang ada di Yogyakarta.
Kegiatan ini menghadirkan Komunitas Santri Gusdur Jogja yang turut menghidupkan dan membangunkan forum diskusi ini. Acara angkringan ini terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama berisikan tentang Strategi Media Sosial. Hal ini didiskusikan guna kembali mengingatkan bahwa media sosial adalah wadah untuk berbagi dan menginformasikan sesuatu. Pada sesi kedua, Creating Creative Content menjadi bahasan selanjutnya guna semakin memberitahu para peserta yang hadir bahwa kegunaan media sosial harus didukung dengan kearifan dan kebijakan pengguna dalam menciptakan sebuah kontent yang baik. Dan sesi terakhir dalam acara ini diisi dengan kegiatan praktek bersama dalam mengemas media sosial dengan baik seperti pembuatan meme yang sesuai dengan fakta.
Tujuan diadakan Angkingan Lintas Iman ini secara garis besar untuk mahasiswa Universitas Sanata Dharma lebih mempunyai sikap toleran terhadap sesama, menciptakan budaya peka terhadap sesama dan keprihatinan adanya isu-isu sosial, Open minded terhadapsesama. Berbeda dengan acara Angkingan Lintas Iman yang pertama yang membahas dokumen “common word” secara teologis. Acara kedua ini, lebih mengarahkan opini publik dan cerdas dalam bermedia sosial, serta bisa menjadi pewajahan suatu komunitas maupun organisasi baik dari segi manajemen maupun literasinya. “Di sisi lain mengarahkan konten yang baik dan tertata ketika dalam mempublikasi sebuah informasi ataupun sebuah acara. Terlebih kampus Universitas Sanata Dharma mempunyai nilai keberagaman yang tinggi.” tutur Via selaku Ketua penyelenggara acara tersebut.
(PTK & CPBS)




