USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kisah Inspiratif: Perjuangan Henry dalam Keterbatasan

diupdate: 9 tahun yang lalu


Henry Restya Susetya adalah alumni Universitas Sanata Dharma (USD) Program Studi Teknik Informatika angkatan 2012, mendapatkan gelar sarjana pada bulan Juli 2017 dan mengikuti wisuda pada tanggal 9 September 2017. Pria asal Purworejo, Jawa Tengah ini merupakan seorang disabilitas Tuli pertama yang lulus dari USD. Henry mendapatkan pekerjaan di bagian Agent Social Media Center, Bank CIMB Niaga Yogyakarta pada tanggal 23 September 2017 tepat dua minggu setelah wisuda. Masa training dimulai sejak tanggal 2 Oktober 2017 selama dua minggu. Saat ini Henry sedang menjalani praktik selama 3 bulan di Bank CIMB Niaga Yogyakarta.
Agent Social Media merupakan bagian yang melayani masalah, keluhan, pertanyaan, serta permintaan dari nasabah melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram,dll. Henry mendaftarkan diri di bagian tersebut melalui media lowongan pekerjaan untuk kaum disabilitas yang berbasis di internet, yaitu Kerjabilitas. Interview dilaksanakan di PT. AOS (Asia Outsourcing Service) Yogyakarta. Pada interview itu Henry memutuskan untuk mengambil pekerjaan tersebut karena merasa sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kemampuannya, ia juga ingin bekerja, belajar, dan mendapatkan banyak teman. “Saat interview di PT. AOS, saya merasa lancar tanpa kesulitan, syukurlah.” ungkap Henry. Ia mengikuti jejak karir sang kakak tercinta yang juga bekerja sebagai pegawai Bank di Jakarta. Sebelum mendaftar di Bank CIMB Niaga, Henry pernah mencoba peruntungannya untuk mendaftar di berbagai tempat, di antaranya adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Pertamina. Selain itu ia juga sempat mendaftarkan diri sebagai CPNS, namun ia belum berhasil diterima karena dokumennya tidak lolos verifikasi. Henry mendapatkan pekerjaan sebagai Agent Social Media dengan penuh kerja keras  dan sangat optimis dalam membangun karir. “Saya merasa bahagia, tertarik dengan tantangan yang diberikan oleh Bank CIMB Niaga. Saya mau belajar untuk mendapatkan pengalaman baru dan siap bekerja keras, bahkan saya ingin menjadi orang yang berguna.” ungkap Henry dengan tulisan penuh semangat optimis.
Orangtua Henry sangat berperan besar dalam kesuksesan Henry saat ini, termasuk saat memilih perguruan tinggi untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Henry memilih USD berdasarkan saran dan permintaan dari orang tuanya. Selama berkuliah di USD, Henry merasakan sekali visualisasi dari logo “Cerdas dan Humanis” yang dimiliki oleh USD, terutama dari segi humanis. Ia menyampaikan bahwa ada banyak teman dan dosen yang membantunya dalam menimba ilmu. Pusat Studi Individu Berkebutuhan Khusus (PSIBK) USD juga turut berpartisipasi dalam proses yang dijalani oleh Henry selama di USD. “Saya berharap USD dijadikan kampus inklusi yaitu kampus yang ramah tamah terhadap para disabilitas juga sukarela membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan.” demikian Henry mengungkapkan harapannya. Ibu Agnes Maria Polina, S.Kom., M.Sc. yang biasa disapa Ibu Polina adalah dosen pembimbing tugas akhir Henry yang sangat berjasa dalam perjuangan Henry mendapatkan gelar sarjana. Banyak kendala yang ditemui Henry dan Ibu Polina yang banyak membantu pada masa penyusunan tugas akhir, terutama dalam hal komunikasi. Dengan kerjasama yang baik, niat yang bulat disertai rasa tanggung jawab, akhirnya tugas akhir mampu diselesaikan dengan hasil yang memuaskan. Henry mendapatkan nilai A pada tugas akhirnya. “Saya mendapatkan informasi itu (Henry diterima kerja di Bank CIMB Niaga) dari grup WhatsApp dosen USD. Saya sangat bersyukur. Senang sekali pernah membimbing dan dekat dengan Henry, saya merasa seperti Ibu dan Anak dengan dia.” tutur Ibu Polina. Beliau berharap Henry bisa sukses berkarir dan USD lebih terbuka kepada teman-teman disabilitas. Beliau percaya akan kemampuan para disabilitas asal didukung dengan benar.
“Jika ingin meraih mimpi setinggi langit, beranilah mengambil resiko, bertanggung jawab dan jangan mudah menyerah. Kegagalan bukanlah akhir, kegagalan adalah pelajaran. Tuhan selalu berada di setiap langkah, mendukung semua mimpi.” ungkap Henry ketika ditanya moto hidupnya.
(ID & FBAP)

  kembali