USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Seminar Apresiasi Budaya Novel Impala-impala Hindia

diupdate: 9 tahun yang lalu


Kamis (12/10), Pusat Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Universitas Sanata Dharma (PKBSBI USD) bersama dengan Program Studi Sastra Indonesia USD mengadakan Seminar Tahunan Apresiasi Budaya. Karya sastra yang dipilih untuk diapresiasi tahun ini adalah novel Impala-impala Hindia karya Paulus Yesaya Jati, S.S. Seminar yang diadakan di Ruang Seminar Auditorium Driyarkara USD ini mengundang dua pembicara yaitu Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. sebagai dosen dan peneliti Prodi Sastra Indonesia USD, Kepala Sanata Dharma University Press, dan penulis buku serta puisi; dan Septina Krismawati, S.S., M.Hum. sebagai dosen dan peneliti Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia USD dan lulusan terbaik Prodi Sastra Indonesia USD angkatan 2008, serta dimoderatori oleh Antonius Hendrianto, S.S. yang adalah alumnus lulusan terbaik Prodi Sastra Indonesia tahun 2014.
Seminar dimulai pukul 08.00 WIB dengan diikuti oleh seluruh mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2014, 2015, 2016, dan 2017, para tamu undangan, reporter, dan peserta dari universitas lain. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Prodi Sastra Indonesia, Susilawati Endah Peni Adji, S.S., M.Hum. selaku Ketua Program Studi Sastra Indonesia USD. Beliau berharap agar mahasiswa selalu aktif dan tidak pernah berhenti menulis sehingga kelak semakin banyak karya sastra yang diciptakan oleh mahasiswa Sastra Indonesia.
Sesi apresiasi budaya yang pertama disampaikan oleh Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. Beliau menelaah novel Impala-impala Hindia dari perspektif postkolonial Homi K. Bhabha. Menurut beliau, novel ini merupakan sebuah karya postkolonial yang berhasil menghindari dikotomi yang selalu muncul antara penjajah dan terjajah, pribumi dan pendatang, serta Barat dan Timur. Di sisi lain, Septina Krismawati, S.S., M.Hum melihat keterkaitan yang erat novel Impala-impala Hindia dengan budaya Jawa.
Peserta terlihat begitu serius mendengarkan para pembicara. Setelah sesi pembicara berakhir, acara dilanjutkan dengan penampilan dari Bengkel Sastra. Kemudian moderator memberikan kesempatan pada peserta untuk bertanya atau menanggapi. Banyak mahasiswa yang aktif bertanya kepada penulis maupun pembicara. Para mahasiswa maupun peserta yang aktif bertanya mendapatkan doorprize dari panitia berupa buku. Acara seminar apresiasi budaya ini diharapkan mampu membawa semangat menulis generasi muda.
(ATP)

  kembali