Program Studi Bahasa Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Rabu, 11 Oktober 2017 dengan bangga menyelenggarakan Seminar Ilmiah Mahasiswa dengan tema “Optimalisasi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Sebagai Upaya Revitalisasi Kebudayaan dan Bahasa Indonesia”. Acara seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara Dies Natalis PBSI yang ke-54 . Seminar ini diadakan di Ruang Seminar Driyarkara yang berada di dalam Auditorium USD.
Terdapat lima pembicara dalam seminar ini, [1] Adrianus Yudha Krisnadewara [2] Yolenta Elsa Ambon, S.Pd. [3] Brigita Aisin Uba Arakian, ketiga pembicara tersebut berasal dari mahasiswa USD. Sedangkan dua lainnya berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). [4] Anik Mariyani (UNY), [5] Hairini Nur Hanifah (UAD). Seminar ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dipandu oleh Ignatius Banu, untuk sesi kedua oleh Stefania Helmon selaku moderator. Seminar ini dihadiri juga dosen PBSI dan mahasiswa dari berbagai universitas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) antara lain, mahasiswa USD, UAD, UNY, PGRI Yogyakarta, dan mahasiswa UST.
Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum. selaku Wakil Ketua Program Studi PBSI dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal terkait dengan tema yang diusung dalam seminar ini. Tema yang diusung dalam Seminar Ilmiah Mahasiswa ini berdasarkan hasil interpretasi dari tema Bulan Bahasa Nasional. Seminar yang diselenggarakan ini juga dalam rangka Bulan Bahasa yang di peringati setiap bulan Oktober. Dalam sambutannya beliau juga berharap bahwa bahasa Indonesia bisa dikenal layaknya bahasa Internasional.
Pembicara pertama oleh Yudha, ia memaparkan tentang “Menulis Argumentatif Menjadi Upaya Revitalisasi Bahasa Indonesia”, dengan menulis dapat mengembangkan keaktifan, berpikir kreatif dan berinovasi serta berpikir kritis. Pemaparan kedua oleh Yolenta (Elen), Elen memaparkan mengenai “Revitalisasi Bahasa Indonesia Melalui Optimalisasi Sikap Berbahasa Mahasiswa PBSI USD” dengan melakukan optimalisasi sikap berbahasa, cara yang dapat diupayakan untuk mengoptimalkan sikap berbahasa masyarakat Indonesia yaitu: penguatan pembelajaran, melestarikan Bahasa Indonesia (BI) dengan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), meningkatkan kedisiplinan berbahasa Indonesia, meningkatkan kebanggaan terhadap BI, dan melestarikan tata cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Hairini selaku pembicara ketiga memaparkan mengenai “Dekonstruksi Sastra Tradisional Sebagai Upaya Penanaman Nilai kebudayaan Di Era Global” dengan memanfaatkan keberadaan karya sastra sebagai dokumentasi kebudayaan merupakan hal yang sangat efektif, dengan menawarkan inovasi dan gagasan baru. Dekonstruksi dilakukan dengan dengan menawarkan pengembangan bagi cerita tradisional sebagai penawaran dan inovasi atas bentuk revitalisasi nilai kebudayaan melalui sastra tradisional.
Setelah para pembicara sesi pertama memaparkan materinya masing-masing, dibuka sesi diskusi. Pada sesi diskusi banyak mahasiswa yang mengajukan pertanyaan terkait materi yang telah dipaparkan oleh pembicara. Sebelum menuju sesi kedua, ada selingan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh “Tumband”. Selain itu ada juga perwakilan dari mahasiswa yang ikut memeriahkan acara tersebut dengan menyanyi sebelum ishoma.
Sesi kedua terdiri dari dua pembicara yaitu Aisin dan Anik. Aisin memaparkan tentang “Budaya Literasi Sebagai Upaya Revitalisasi Fungsi Bahasa Indonesia”, budaya literasi merupakan salah satu upaya nyata revitalisasi terhadap fungsi bahasa Indonesia. Dengan adanya budaya literasi, pola pikir masyarakat juga akan terbentuk menjadi lebih baik dalam hal menyikapi pengaruh buruk yang dapat merusak fungsi BI. Sedangkan Anik mengkaji tentang “Menyoal Tentang Puisi Rupa: Sarana Kritik Sosial yang Estetik Bagi Generasi Terdidik?”, dalam membuat sebuah kritikan dengan menggunakan bahasa yang baik akan terkandung nilai estetiknya. Kritik, bahasa, dan sastra merupakan satu kesatuan yang menjadikan puisi rupa. Perpaduan seni kata dan rupa yang ditulis apa adanya. Pada sesi kedua juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, banyak peserta yang masih antusias untuk bertanya. Akhir acara ditutup oleh Danang Satria Nugraha, M.A. beliau menyampaikan bahwa acara seperti ini bisa dijadikan kegiatan forum akademik antar kampus.
(CPBS)




