USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kajian Sejarah Maritim Untuk Pembelajaran Sejarah

diupdate: 9 tahun yang lalu


Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan salah satu kegiatan rutin yaitu  Kuliah Umum pada hari Sabtu, 16 September 2017 pukul 09.00-13.00 di Ruang Seminar Driyarkara Universitas Sanata Dharma. Kuliah umum ini mengambil tema “Kajian Sejarah Maritim Untuk Pembelajaran Sejarah” dengan mendatangkan pembicara yaitu Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.S., M.Hum. Guru Besar Sejarah (Pakar Sejarah Maritim) dari Universitas Diponegoro Semarang, dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Pendidikan Sejarah.
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah USD Dra. Theresia Sumini, M.Pd. pada sambutan saat membuka acara menyampaikan bahwa pengambilan tema kuliah umum “Kajian Sejarah Maritim Untuk Pembelajaran Sejarah” ini menanggapi himbauan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai bagaimana mewujudkan Indonesia sebagai poros maritime di dunia. Beliau berharap dengan diadakannya kuliah umum ini, mahasiswa Pendidikan Sejarah yang nantinya akan menjadi calon guru sejarah dapat mengkaji pentingnya wawasan, cara memandang, cara berpikir atau paradigma maritime dalam kajian sejarah maritime dan implementasinya dalam pembelajaran sejarah di sekolah, dan hal ini sangat bermanfaat bagi perkembangan pribadi sebagai guru sejarah.
Pada penyampaian materi Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.S., M.Hum. yang  dipandu oleh Drs. Y. R. Subakti, M. Pd. sebagai moderator ini, mahasiswa dan seluruh dosen Pendidikan Sejarah menyimak materi tentang  kajian sejarah maritim untuk pembelajaran sejarah dan wawasan bahari dalam pengkajian dan pembelajaran sejarah. Indonesia yang terdiri dari beberapa kepulauan dan memiliki laut luas menjadi tugas bagi warga Indonesia dan tugas sebagai calon guru sejarah untuk melaksanakan pembelajaran sejarah maritime di sekolah yang tidak boleh bebas nilai. Dalam hal ini nilai-nilai integrasi nasional yang bersumber dari jati diri sebagai bangsa maritime menjadi dasar utama guna untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
(CD)

  kembali