Sebagai salah satu anggota dari The Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges and Universities (ASEACCU), tahun ini Universitas Sanata Dharma kembali mengirimkan 10 orang delegasi untuk mengikuti the 25th ASEACCU Conference 2017 di Universitas Assumption, Kampus Suvarnabhumi, Thailand. Adapun 10 delegasi tersebut terdiri dari 8 mahasiswa, 1 dosen, dan 1 campus minister. Kedelapan mahasiswa tersebut adalah Ajeng Bisana (PBI), Bernadetha Wahyu (PBI), Gustav Viko (PBI), Elisabeth Suryani (PBI), Hedwig Tiara (PBI), Maria Natalia (PBI), Voni Novita (PBI), dan Layung Rahmawati (PGSD). Bersama dengan
delegasi-delegasi dari negara-negara lain, para mahasiswa Sanata Dharma mengikuti Student Camp pada tanggal 21-27 Agustus 2017. Selain Student Camp, terdapat pula program lain yang tergabung dalam rangkaian acara ASEACCU Conference 2017, yaitu Campus Ministers Workshop (22-24 Agustus) dihadiri oleh Kepala Campus Ministry Universitas Sanata Dharma, Antonius Febri Harsanto, dan Faculty and Staff Conference (24-27 Agustus) yang dihadiri olehWakil Rektor III, Romo Robertus In Nugroho. The 25th ASEACCU Conference 2017 mengangkat tema “Catholic Universities and Inclusive Education: Transforming Spaces, Promoting Practices, Changing Minds”.
Acara pembukaan ASEACCU Conference 2017 diawali dengan perayaan ekaristi di Chapel of Annunciation Assumption University, dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Fr. H. Dagahoy dan Rektor Magnificus Rev. Bro. Bancha Saenghiran. Dalam konferensi ini, terdapat serangkaian agenda kegiatan; social exposure trip, workshop, campus tour, group discussion, cultural performance, dan cultural tour. Pada ASEACCU Conference 2017 ini, para delegasi diharapkan dapat membuka wawasan dan sudut pandang mereka tentang realita penyelenggaraan sistem pendidikan inklusif saat ini di berbagai negara. Para delegasi dibekali tentang bagaimana metode penyelenggaraan sistem pendidikan inklusif yang layak demi menciptakan kehidupan yang baik tanpa diskriminasi.
Bersama dengan para delegasi Indonesia dari universitas lain, para delegasi dari Universitas Sanata Dharma juga berkesempatan untuk mempersembahkan sebuah cultural performance. Para delegasi membawakan lagu daerah Yamko Rambe Yamko dan Gundul-Gundul Pacul, serta lagu nasional Indonesia Pusaka yang diiringi dengan iringan jimbe, gitar, dan saxophone. The 25th ASEACCU Conference diakhiri dengan cultural tour ke beberapa tempat bersejarah di Thailand; Ananta Samagom Throne Hall, Dusit Palace, dan Siam Niramit di Phuket Bangkok. Kegiatan ASEACCU Conference 2017 selanjutnya resmi ditutup dengan sebuah gala dinner. Tahun ini, terdapat 8 negara yang turut berpartisipasi dalam konferensi, yaitu Indonesia, Filipina, Jepang, Taiwan, Korea, Australia, Kamboja, dan Thailand.
(BWW)




