Pertemuan Rektor Universitas dan Kolese Jesuit se-Asia Pasifik diselenggarakan di Chiang Rai, Thailand tepatnya bertempat di Xavier Learning Community. Pertemuan ini diselenggarakan selama dua hari yakni pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2017. Dalam pertemuan ini, hadir 32 delegasi dari anggota Asosiasi Universitas dan Kolese Jesuit se-Asia Pasifik yang berasal dari Indonesia, Filipina, Jepang, Korea, Tiongkok, Australia, dan Thailand.
Pertemuan tahunan ini bertujuan untuk membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing institusi anggota The Association of Jesuit Colleges and Universities in Asia Pacific (AJCU-AP) serta isu-isu terkini terkait pengembangan kolese dan universitas.
Dalam pertemuan ini, dipimpin oleh Rektor Universitas Sanata Dharma yang sekaligus merupakan Presiden AJCU-AP, Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. Beliau memberikan sambutan yang berisi laporan dan pentingnya kolaborasi di antara aggota AJCU-AP. Sambutan juga disampaikan oleh Fr. A. Sugijo Pitoyo, SJ selaku penyelenggara pertemuan.
Pada hari pertama, kegiatan berisi sharing mengenai perkembangan dan tantangan dari masing-masing universitas anggota AJCU-AP. Selain itu dilakukan pula refleksi mengenai Kongergasi Jenderal ke-36 yang dipimpin oleh Rm. B. Nebres, SJ sebagai narasumber pertama. Sesudah itu acara dilanjutkan dengan refleksi dan perencanaan program kegiatan Service Learning Program (SLP)dan Global Leadership Program (GLP)2016 & 2017 oleh Sekretaris AJCU-AP yakni Bapak FX. Ouda Teda Ena, S.Pd., M.Pd., Ed.D.
Pada hari kedua kegiatan diawali dengan paparan narasumber kedua yakni Romo B. Hari Juliawan, SJ mengenai Planning for Sustainability of Life Project. Kemudian acara dilanjutkan laporan kegiatan tahun 2016 dan perencanaan kegiatan tahun 2018. Sesudah itu, acara dilanjutkan dengan menghadiri pembukaan Xavier Learning Community (XLC) di Chiang Rai, Thailand oleh uskup setempat. Peresmian XLC ini dimulai dengan misa yang dipimpin oleh uskup dan dilanjutkan dengan pemberkatan gedung baru, kemudian pertunjukan kesenian, dan jamuan makan malam.
XLC ini adalah sebuah kolese yang memberikan pendidikan kepada para remaja suku minoritas yang berada di Thailand Utara, Myanmar, dan Laos yang terdampak konflik bersenjata. Terdapat sekitar 44 mahasiswa yang belajar di XLC,di antaranya berasal dari suku Karen dan Akha, Thailand.
(TP)




