Di motor GP ada istilah warming up. Studium General ini merupakan warming up yang dilakukan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma (BK USD) agar para mahasiswa termotivasi kembali untuk belajar dan tertantang menambah ilmu baru. Acara ini dibuka oleh Dekan FKIP USD Bapak Rohandi, Ph.D. dengan pesan agar calon konselor yang menjadi pelayan semakin profesional mengikuti perkembangan ilmu yang ada.
Studium General yang dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2017 ini bertemakan Neuro-Linguistic Programming (NLP) untuk pribadi yang unggul dengan narasumber Bapak Teddy Prasetya Yuliawan. Mengapa mahasiswa takut dengan dosennya? Atau mengapa siswa takut dengan guru BK? Ini adalah pertanyaan yang bisa dijawab dan diselesaikan dengan NLP. Perilaku kita (takut, was-was) merupakan hasil dari pemikiran kita atau dalam hal ini “program yang kita install” ketika kita berfikir atau memprogram dalam otak kita bahwa dosen A galak atau menakutkan maka kita juga akan berperilaku mengikuti pikiran itu, misalnya: duduk di belakang, cemas ketika didatangi dosen tersebut atau bahkan membolos ketika ada matakuliah dosen itu.
NLP membantu kita untuk “menguninstall program” yang ada di pikiran kita dan di “upgrade” dengan “program” yang baru. Dalam kasus ini bayangan muka dosen yang kiler dengan suara yang keras seperti mau makan orang, kita ganti dengan bayangan yang diperkecil agar kita tidak terlalu takut, mukanya dibayangkan dengan ekspresi yang lucu, suara juga dibayangkan yang lucu untuk karakter dosen tersebut. Cara tersebut diharapkan memunculkan eksperient yang baru yaitu bayangan yang lucu tentang dosen A dan ini menggantikan bayangan kiler tersebut. Bayangan atau program baru dapat dibentuk dengan kata-kata positif yang bisa menggantikan bayangan yang negatif di syaraf otak kita. Perilaku kita kadang bukan didasarkan pada realita yang ada tetapi lebih karena persepsi kita tentang hal itu.
(Ars)




