Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma bekerjasama dengan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan seminar nasional "Strategi pengembangan kurikulum pendidikan tinggi berbasis kompetensi", pada hari Sabtu (29/1) bertempat di Hotel Jogjakarta Plaza. Acara ini terselenggara berawal dari ide yang muncul ketika diadakan Konggres Ilmiah IAI ke 19 di Makasar pada Desember 2010.
Seminar ini bertujuan memperoleh ide-ide mengenai pengembangan kurikulum pendidikan tinggi farmasi yaang nantinya bisa diterapkan untuk menghasilkan apoteker yang sejalan dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh organisasi profesi apoteker (IAI) dan Dikti tanpa meninggalkan ciri khas dan visi misi masing-masing perguruan tinggi. Hal ini sangat strategis mengingat Fakultas Farmasi USD saat ini sedang mengembangkan kurikulum untuk diaplikasikan mulai tahun 2011 ini.
Hadir sebagai pembicara pertama Dr. Endrotomo anggota tim pengembang Kurikulum Dikti, berbicara tentang rancang bangun kurikulum pendidikan tinggi. Pembicara ini menekankan pergeseran paradigma dari old industrial education ke new enterpreneurial education yang akan menghasilkan perubahan perilaku pembelajaran sehingga akan meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan.
Pembicara kedua Prof Dr. Elly Wahyudin, DEA, Apt (ketua APTIFI) berbicara tentang kurikulum farmasi dalam perspektif APTIFI. Beliau menekankan bahwa proses belajar mengajar haruslah menjadi fokus sehingga akan menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Pembicara ketiga Drs. Ahaditomo, M.Si; Apt. , (Health Professional Education Quality consultant) berbicara tentang Kompetensi Apoteker dan Kewenangan Profesi Apoteker dalam Pelayanan Kesehatan. Ahaditomo mengingatkan kembali jatidiri dan lingkup kompetensi profesi apoteker serta kedudukan obat dalam pelayanan kesehatan. (iin)




