USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

GnC Ministry BK USD Berikan Motivation Training dan Sexedu di SMP PL

diupdate: 9 tahun yang lalu


Guidance and Counseling  (GnC) Ministry merupakan organisasi di Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Sanata Dharma yang tujuannya memberikan pelayanan bimbingan kepada masyarakat luas (sekolah atau komunitas). Salah satu kegiatannya telah dilaksanakan pada 11-12 Agustus 2017 di SMP Pangudi Luhur (PL) Yogyakarta.
Mahasiswa BK USD merasa semangat ketika SMP PL meminta agar GnC memberi pendampingan untuk siswa kelas 7 dan 8 yang berjumlah 600 siswa. Tugas perkembangan yang sedang dihadapi oleh siswa SMP tersebut berupa keinginan berprestasi dan juga menerima perubahan fisiknya karena masa pubertas, oleh karena itu tim GnC sepakat membuat Motivation Training dan Sexedu bagi mereka.
Hari pertama yaitu motivation training, materi ini disampaikan dengan dinamika membuat rumah impian. Para siswa diberikan bambu, koran, dan pernak-pernik lainnya untuk mereka buat menjadi rumah impian. Mahasiswa memberikan pengantar bahwa untuk mencapai sebuah impian maka kita perlu memahami diri sendiri (analisis SWOT), memiliki mimpi yang realistis dan konkrit. Para siswa setelah memahami keadaan diri dan tujuan atau impian maka mereka perlu melakukan action atau memiliki strategi untuk menggapai impian tersebut sesuai dengan keadaan dirinya. Implikasinya terhadap dinamika membuat rumah impian adalah diibaratkan bambu, koran, tali, dan pernak pernik lainnya adalah keadaan diri para siswa. Jumlah bambu, kekuatan bahkan keringkihan bambu, panjang tali, jumlah koran diibaratkan keadaan diri para siswa. Siswa dengan keadaan seperti itu diharapkan bisa memimpikan rumah yang akan mereka bangun atau buat secara realisitis sesuai banhan yang tersedia. Setelah itu mereka action membuat rumah berdasarkan bahan yang disediakan dengan strategi terbaik agar rumah impiannya terwujud. Para siswa terlihat sangat antusias membuat rumah impian dengan panjang tiap sisinya 2 meter, di dalam rumah itu nanti para siswa dapat menempelkan impian-impian mereka. Perjuangan para siswa tidak mengecewakan karena mereka dapat membangun rumah impian yang bagus-bagus dan kreatif, ekspresi puaspun nampak di wajah mereka.
Hari kedua diisi dengan sexedu yang memberikan pencerahan kepada mereka tentang dilema-dilema yang mereka alami karena perubahan fisik di masa puber. Kebingungan mereka tentang hal-hal tabu atau memalukan untuk diceritakan ke orangtua atau dengan temannya dibahas semua pada sesi ini. Harapannya mereka semakin memahami keadaan dirinya sekarang dan dapat berfikir, merasa dan berperilaku secara normal sebagai remaja yang sedang puber. Di akhir acara diisi dengan outbond agar mereka bisa semakin memiliki motivasi berprestasi dan menjalankan perannya sebagai remaja pria dan wanita sesuai batasannya. Para siswa sangat ceria dan antusias mengikuti outbound tersebut, 600 siswa dengan 25 mahasiswa membuat “Anda puas kami lemas” tetapi ada perasaan luar biasa ketika bisa berguna bagi orang lain.
(Ars)

  kembali