Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) Universitas Sanata Dharma (USD) ada yang bernama Saccharum Lactis, nama ini seirama dengan tema kegiatan yang mengangkat kesehatan pada masyarakat yang berfokus pada diabetes mellitus. Saccharum lactis merupakan bahan yang biasa ditambahkan ke dalam obat sebagai bahan pengisi dan dapat memberikan rasa manis. Hal ini berkaitan dengan penderita diabetes yang orang awam kenal sebagai penyakit dengan tanda darah yang kental dan manis. Ketua Tim PKM-M ini adalah Abraham (Farmasi,2014) dengan anggota Venerabella Arin (Farmasi, 2014), Fransisca Revana Restiana (Farmasi, 2014), Kevin Cahaya Putra (Farmasi, 2015), dan Vania Mitzi Dinata (Matematika, 2015).
Tim PKM-M Saccharum Lactis turut prihatin akan kurangnya pelayanan kesehatan pada masyarakat yang jauh akan sarana kesehatan. Berlatar belakang pada keprihatinan tersebut, Tim PKM-M Saccharum Lactis berhasil merealisasikan program “Sadari, Cegah, dan Atasi Penyakit Diabetes Melitus Guna Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat di Dusun Dukuh, Desa Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta”. Alasan Tim memilih Dusun Dukuh karena dulunya dusun ini dikenal sebagai tempat desa wisata dengan masyarakat yang sangat produktif, namun belakangan karna sebagian masyarakat sudah lanjut usia, kemudian tidak bisa mengelola desa wisata ini, dan menyebabkan menurunnya produktifitas warga Dusun Dukuh. Di samping itu Dusun Dukuh juga memiliki profil kesehatan yang kurang baik, dan jauh dari unit kesehatan seperti rumah sakit, atau apotek.
Program Saccharum Lactis terdiri dari beberapa tahap yaitu; pertemuan 1 dilaksanakan pada tanggal 29 April 2017 meliputi Sosialisasi program kepada warga lansia, kemudian pertemuan kedua pada tanggal 7 Mei 2017 meliputi pre-test, pemberian materi (mengenai diabetes melitus, penerapan pola hidup sehat, dan cara budidaya tanaman stevia), disertai pengukuran kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol pada warga lnasia. Pertemuan ketiga pada tanggal 21 Mei 2017 meliputi post-test, pemberian booklet, video demo masak, dan pembagian stevia untuk dibudidayakan secara mandiri. Pertemuan keempat pada tanggal 24 Juni 2017 meliputi pengukuran akhir kadar gula darah, asam urat dan kolesterol; disertai kaderisasi dan pemberian bingkisan sehat.
Jumlah warga yang datang pada sosialisasi yaitu 33 orang, jumlah ini melebihi target yang kami tetapkan yaitu 30 orang. Pada tahap pengecekan kadar gula darah, asam urat, kolesterol, dan tekanan darah, jumlah warga yang datang untuk pemeriksaan kesehatan sebanyak 75, dengan hasil pemerksaan rata-rata warga Dusun Dukuh memiliki gula darah, kolesterol, asam urat dan tekanan darah yang tinggi. Hal ini menjadi keprihatinan bagi kami karena sebagian warga tidak pernah memeriksakan kesehatannya dan tidak mengetahui akibat dari tingginya gula darah, asam urat, kolesterol, dan tekanan darah. Setelah warga menerima hasil pemeriksaan kesehatan, kemudian kami memberikan penjelasan dan saran akan melakukan pola hidup sehat untuk menormalkan gula darah, asam urat, kolesterol atau tekanan darah yang tinggi.
Selain pemeriksaan kesehatan, Tim juga mengajarkan cara budidaya tanaman stevia sebagai pengganti gula secara alami. Rasa manis yang dihasilkan oleh tanaman stevia tidak kalah manisnya yaitu 200-300 kali lebih manis dibandingkan gula yang digunakan masyarakat sehari-hari. Di samping itu, gula yang dihasilkan oleh steviatidak mengandung kalori.
Dengan selesainya pelaksanaan program, pada tanggal 30 Juni 2017 Tim PKM-M Saccharum Lactis berpamitan kepada warga dengan memberikan alat pemeriksaan kesehatan (4 set GCU test beserta masing-masing 150 strip kolesterol, asam urat, dan gula darah) supaya warga dapat memeriksakan kesehatanya secara rutin, melalui kader lansia. Tujuan program ini agar masyarakat menjadi sadar akan pola hidup sehat sehingga terhindar dari penyakit degenerative, khususnya diabetes melitus. Dalam salah satu sesi tanya jawab, warga Dusun Dukuh, Desa Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta antusias untuk bertanya dan mengetahui pentingnya pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit diabetes melitus.
(YBA)




