Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Universitas Sanata Dharma (USD) bekerja sama dengan Fakultas Psikologi USD dan Fakultas Farmasi USD pada hari Rabu, 26 Juli 2017 mengadakan kegiatan “Seminar Sanata Dharma Berbagi”. Kegiatan seminar Sanata Dharma Berbagi ini merupakan bentuk kepedulian Universitas Sanata Dharma dengan pendidikan di Indonesia. Perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat tidak bisa dihindari oleh dunia pendidikan. Seminar ini dihadiri oleh dosen-dosen USD, guru dari berbagai sekolah swasta yang ada di Yogyakarta dan juga para mahasiswa USD dan luar USD. Seminar dibuka oleh Rektor USD Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. Beliau menyampaikan pendidikan bersinggungan dengan aspek-aspek dasar kehidupan manusia, sehingga penting untuk memahami lebih jauh tentang pendidikan. Seminar dipandu oleh Ibu Rishe Purnama Dewi, S.Pd., M.Hum. sebagai moderator, dengan menghadirkan pembicara Dr. Titik Kristiyani, M.Psi. dan Dr. Yosef Wijoyo, M.Si., Apt.
Sesi pertama diisi oleh Dr. Titik Kristiyani, M.Psi. dosen Fakultas Psikologi USD. Beliau memaparkan “Trilogi Komponen Belajar Yang Efektif” sebagai gagasan baru dalam pembelajaran siswa. Terdapat konsep-konsep yang harus didahulukan dalam sebuah pembelajaran. Konsep trilogi komponen ini adalah komponen sistem diri, metakognisi dan strategi kognitif mandalam. Selain menyampaikan konsep-konsep tersebut, beliau juga menyampaikan hasil penelitiannya yang cukup mengejutkan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perubahan ketertarikan siswa belajar di sekolah. Saat ini banyak siswa yang memilih untuk mengikuti les atas kursus di lembaga di luar sekolah. Dalam hal ini, sekolah yang seharusnya menjadi sarana pencetak agen pembelajar mandiri telah dikalahkan fungsinya dengan lembaga pendidikan di luar sekolah.
Sesi kedua diisi oleh Dr. Yosef Wijoyo, M.Si., Apt. dosen Fakultas Farmasi USD. Problem-Based Learning (PBL) for Learning How to Learn merupakan topik yang diangkat oleh beliau. Topik ini diangkat dikarenakan perubahan zaman yang menuntut seseorang harus mampu menghadapi persoalan-persoalan yang ada. Terinspirasi dari accelerated learning, paradigma pedagogi reflektif, serta implementasi PBL. Dalam penjelasannya, terdapat inti dari metode pembelajaran ini yaitu think-pair-share. Pada praktek yang sudah dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Farmasi USD, mahasiswa memberikan refleksi bahwa metode PBL mampu memberikan pengalaman baru dalam active learning yang merubah cara berpikir, cara belajar, melakukan team work serta belajar secara mendalam.
Kedua materi ini menjadi sangat penting bagi peserta seminar yang hadir. Sesi tanya jawab menjadi sesi yang menarik dikarenakan banyak pertanyaan yang diberikan oleh peserta seminar. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi USD, meningkatkan produktivitas, kualitas dan cakupan sumbangan ilmiah USD melalui Tri Dharma USD dan melalui klaster keilmuan.
(ND)




