Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan salah satu faktor risiko perkembangan penyakit kardiovaskular. Pemeriksaan tekanan darah menjadi penting untuk dilakukan secara rutin agar individu dapat megetahui apakah tubuh kita sedang dalam kondisi yang baik atau tidak. Umumnya tekanan darah normal seseorang memiliki nilai 120/80mmHg. Tekanan darah yang tidak normal terjadi pada individu dengan gaya hidup yang kurang baik seperti merokok, konsumsi alkohol, terlalu banyak makanan yang mengandung natrium (garam), istirahat tidak teratur, serta kurangnya aktivitas fisik. Faktor selain gaya hidup yang dapat mempengaruhi tekanan darah seseorang adalah penyakit penyerta yang mungkin sudah diderita oleh seseorang.
Data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Yogyakarta adalah 25,7%, atau seperempat lebih dari populasi masyarakat Yogyakarta mengalami hipertensi. Data Puskesmas Seyegan menunjukkan penyakit hipertensi ini menduduki peringkat satu dari sepuluh penyakit tidak menular yang ada di daerah tersebut. Perlu adanya penanggulangan yang mampu mengentaskan permasalahan tersebut.
Kota Yogyakarta merupakan kota pelajar yang memiliki banyak sumber daya kaum muda yang sebenarnya dapat digalakkan untuk dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat. Berangkat dari kepedulian kami terhadap hipertensi, maka lahirlah
gerakan “Insan Muda Peduli Hipertensi”. Insan Muda Peduli Hipertensi merupakan gerakan sederhana yang digagas oleh salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Sanata Dharma. Ide Gerakan ini kemudian terwujud untuk dilaksanakan berkat hibah dana Program Kreativitas Mahasiswa, yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (RISTEKDIKTI). Gerakan ini berusaha memberikan pencerdasan bagi kaum muda untuk dapat mengetahui tentang seluk beluk mengenai hipertensi. Kami mencoba untuk memberikan pengetahuan tambahan bagi anak muda, agar memahami apa sebenarnya hipertensi, apa saja yang menyebabkan hipertensi, bagaimana cara mengukur tekanan darah dan bagaimana pula cara untuk menjaga tekanan darah tetap seimbang.
American Heart Association (AHA) merekomendasikan bahwa pemeriksaan tekanan darah dapat dilakukan secara mandiri di rumah maupun di lingkungan secara berkala. Rekomendasi ini cukup tepat apabila di jalankan di masyarakat kita karena dalam realitas kita, orang seringkali merasa segan untuk rutin melakukan cek tekanan darah ke penyedia layanan kesehatan dengan berbagai alasan. Fakta itu juga yang menjadi dasar pemikiran dari program ini. Kami menggandeng generasi muda yang lain untuk proaktif memberikan pelayanan pemantauan tekanan darah.
Gerakan ini sudah mulai dijalankan dan dilakukan oleh pemuda di Desa Japanan, daerah di Kecamatan Seyegan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang dijalankan terdiri dari empat rangkaian kegiatan. Kegiatan pertama dilaksanakan pada tanggal 9 April 2017 dan ditutup dengan kegiatan terakhir pada tanggal 25 Mei 2017. Desa Japanan memiliki Karang Taruna aktif, yang bersedia menerima edukasi yang berguna bagi desa mereka terkait hipertensi. Tingginya prevalensi hipertensi di Desa Japanan merupakan salah satu alasan kami melakukan program ini untuk memberikan kebermafaatan bagi masyarakat di daerah tersebut. Misi utama bagi generasi muda melalui gerakan ini adalah untuk menjadikan mereka lebih berguna bagi masyarakat Desa Japanan. Misi besar kegiatan ini adalah timbulnya budaya sadar akan kesehatan tubuh demi terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih baik.
(JF)




