Salah satu Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dari Universitas Sanata Dharma yang berhasil didanai oleh DIKTI adalah PKM-M Edukasi dan Pengolahan Daun Lidah Buaya dan Kulit Jeruk Menjadi Gel Pengusir Nyamuk dari Lidah Buaya dan Kulit Jeruk (Gepuk Liruk). PKM-M Gepuk Liruk ini beranggotakan lima mahasiswa lintas Fakultas yaitu Fakultas Farmasi dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, didampingi oleh dosen pembimbing dari Fakultas Farmasi. Tujuankegiatan PKM-M Gepuk Liruk adalah agar warga Dusun Gubug, Kabupaten Bantul, Yogyakarta dapat mengenal tanaman pengusir nyamuk alami berupa lidah buaya dan kulit jeruk, serta dapat membuat gel antinyamuk Gepuk Liruk sesuai buku panduan dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kemandirian dalam merawat kesehatan sehingga masyarakat terhindar dari serangan demam berdarah.
Dalam kegiatan penyuluhan tanggal 25 Mei 2017, sebanyak 38 warga dusun yang berpartisipasi (yang terdiri dari seorang bapak dan sisanya ibu-ibu) dengan agenda berupa pemaparan materi seputar obat nyamuk, pengolahan lidah buaya dan kulit jeruk menjadi gepuk liruk, dan pembudidayaan tanaman lidah buaya di sekitar pekarangan. Hal ini bertujuan agar manfaat dari lidah buaya dan kulit jeruk sebagai obat nyamuk alami dapat terus dipertahankan dan menjadi solusi alternatif dalam menghindari gigitan nyamuk. Sebagai indikator jangka pendek, tim memantau peningkatan pengetahuan mengenai beberapa hal di atas melalui pretest dan postest, dan akhirnya menunjukkan peningkatan pengetahuan sesuai dengan harapan tim.
Untuk indikator keberhasilan jangka panjang, dilakukan satu kali lagi pertemuan pada tanggal 2 Juli 2017. Pada pertemuan kali ini, tim ingin melihat sejauh mana warga masih mengingat cara pengolahan gel anti nyamuk “Gepuk Liruk” yang baik dan benar, serta manfaatnya. Menurut pertemuan di hari itu, tim melihat sesuai dengan harapan yakni masyarakat menunjukkan respon baik karena mereka mengingat dengan baik kegiatan PKM-M Gepuk Liruk dan dapat membuat gel anti nyamuk secara mandiri di rumah. Pelaksanaan program ini tentu tidak luput dari hambatan, namun dengan semangat dan kerjakeras dari tim (terkait formulasi pembuatan gel, tampilan gel yang baik dan pada persiapan sebelum penyuluhan), semua dapat sesuai dengan yang diharapkan dan mencapai target. Tim berharap solusi alternatif ini dapat terus dipertahankan, bahkan dikembangkan ke arah yang lebih serius misalnya penelitian, atau menjadi usaha untuk warga dusun ke depannya.
(FS)




