USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pelatihan Jurnalistik:
"Media Jual Kepercayaan"

diupdate: 9 tahun yang lalu


Sabtu (03/06), ruang diskusi 7 lantai 3 Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (USD) dipenuhi oleh para peserta pelatihan jurnalistik. Pelatihan yang dilaksanakan atas kerja sama Perpustakaan USD dan Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Natas ini mengundang Anang Zakaria, Ketua Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Yogyakarta, sebagai pembicara. Anang Zakaria memaparkan trik-trik menulis secara efektif. Menurutnya, menulis bukanlah hal baru bagi manusia modern. "Setiap hari orang bisa menulis. Mencatat di buku, mengetik pesan singkat, dan mengetik laporan di komputer adalah tindakan menulis." tuturnya.
 Menurut Anang, sampai saat ini masih ada orang yang mengeluhkan sulitnya menulis. Ia juga mengungkapkan bahwa terkadang  kesulitan saat memulai menulis. "Merumuskan lead atau tulisan pembuka itu lumayan susah." tambahnya. Namun, pria berkaca mata tersebut membagikan trik untuk menghadapi masalah saat kesulitan menulis. "Cara terbaik untuk mengawali tulisan adalah dengan memulai menulis." tegasnya. Ia menambahkan bahwa tidak peduli seberapa sulitnya menulis, karena pada dasarnya yang harus kita lakukan adalah memulai menulis. "Yang penting mulai nulis dulu, kemudian nanti dibaca lagi lalu diperbaiki. Jangan dulu memikirkan bagaimana mengawali tulisan." ungkapnya.
Anang, dalam pelatihan tersebut juga menekankan pentingnya riset sebelum menulis. "Jangan sampai Anda menulis apa yang sudah ditulis orang lain. Salah-salah dibilang plagiasi." tuturnya. Ia mengatakan bahwa fungsi utama riset adalah menemukan kebaruan peristiwa atau perkembangan gagasan." Makanya dalam bahasa Inggris dikatakan news berarti berita yang asalnya dari kata new yaitu baru. Ya kalau tulisannya sama dan tidak ada yang baru untuk apa?" tanyanya.
Salah seorang peserta pelatihan menanyakan terkait kenetralan media. Kemudian Anang menjawab dengan mengatakan bahwa media tidak boleh netral tapi harus independent. "Media harus berpihak pada publik." tegasnya. "Makanya media sebenarnya jualan apa? Jualan kepercayaan." katanya. Anang mengungkapkan jika menjaga kepercayaan sangat sulit, oleh karena itu media-media di Indonesia harus memperjuangkannya.
Anang menyampaikan materi pelatihan jurnalistik ini di hadapan puluhan peserta yang terdiri atas mahasiswa dan karyawan di Universitas Sanata Dharma. Acara yang berlangsung selama 4 jam tersebut juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab terkait permasalahan media-media di Indonesia.
(KBRN)

  kembali