Sebagai ucapan syukur atas penyertaan Tuhan dan doa sebagai ujud dalam menjalani Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Akademik 2016/2017, Campus Ministry Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan misa akhir semester pada hari Jumat, 2 Juni 2017 pukul 12.00 WIB. Misa diadakan di Ground Gedung Utama Kampus III USD Paingan dipimpin oleh Romo In Nugroho, SJ dan di Kapel St. Bellarminus Kampus I USD Mrican dipimpin oleh Romo Hary Susanto, SJ. Misa tersebut diikuti oleh Dosen USD, Karyawan USD, dan segenap mahasiswa USD.
Tema misa akhir semester ini adalah “Engkau Ada, Aku Ada, Kami Ada: Persaudaraan Seluas Dunia?”. Misa di Ground Gedung Pusat Kampus III dimeriahkan oleh kelompok paduan suara dari Program Studi Teknik Informatika serta petugas tata laksana dari panitia misa akhir semester. Panitia menampilkan drama sebagai pembukaan sebelum misa dimulai. Drama tersebut bercerita tentang tiga orang yang memiliki karakter berbeda. Satu orang memiliki kepintaran, satu orang memiliki jiwa sosial yang tinggi, dan satu orang lagi memiliki hati nurani. Ketiga orang tersebut berdebat mengenai siapa yang lebih unggul hingga akhirnya muncul satu orang sebagai penengah. Penengah tersebut menyadarkan bahwa apapun yang kita miliki berasal dari Tuhan. Setelah drama selesai, misa kemudian dimulai.
Romo In menyapa seluruh umat yang hadir dan memberikan semangat untuk menghadapi UAS. Dalam homili, Romo In bertanya “Apakah kau mencintaiku?” dengan menirukan Yesus yang bertanya kepada Petrus sebanyak tiga kali seperti dalam bacaan Injil. Yesus berkata kepada Petrus untuk menggembalakan domba-dombaNya. Perkataan tersebut diulang tiga kali oleh Yesus. Dalam bahasa Indonesia, pengulangan tiga kali tersebut tidak berbeda. Tetapi dalam bentuk aslinya, pengulangan tiga kali tersebut memiliki makna yang berbeda. “Gembalakanlah domba-domba-Ku” pada pengulangan pertama menunjukkan bahwa Yesus berharap domba-dombaNya mendapatkan “makanan”. “Gembalakanlah domba-domba-Ku” pada pengulangan kedua menunjukkan bahwa Yesus berharap domba-dombaNya memiliki rasa aman karena ada yang melindungi mereka. “Gembalakanlah domba-domba-Ku” pada pengulangan ketiga menunjukkan bahwa Yesus meminta untuk memimpin dan mengarahkan domba-dombaNya ke tempat yang memiliki damai sejahtera. Dengan tema misa akhir semester ini, ketika berada dalam suatu tempat, sesungguhnya kita tidak pernah sendirian melainkan ada untuk siapa dan untuk melakukan apa saja. Semoga perjuangan UAS dapat memampukan kita berani hadir untuk sesama.
(FRD)




