Tahun 2017 merupakan tahun yang Spesial bagi Indonesia, International Federation of Information Processing Working Group 9.4 (IFIP WG 9.4) memberikan kesempatan Indonesia untuk menjadi tuan rumah pada Konferensi 2 tahunan yang ke 14. Konferensi ini pertama kali berlangsung di New Delhi India pada tahun 1988 dan yang ke 13 dua tahun lalu bertempat di Negombo, Sri Langka.
Konferensi ke-14 ini mengangkat tema “Information and Communication Technology for Promoting Social Harmony”, tema ini diangkat karena menyesuaikan dengan persoalan terkini yang sedang ramai diperbincangkan di Indonesia terkhusus Yogyakarta.
Konferensi ini dilaksanakan pada tanggal 22-24 Mei 2017 bertempat di Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma (USD) dan Universitas Islam Indonesia (UII) berkoordianasi dengan IFIP WG 9.4 diberikan kepercayaan untuk mempersiapkan Konferensi ini. Persiapan dilakukan sejak tahun 2015 dan mendapatkan tanggapan positif dilihat dari besarnya jumlah pemakalah dari berbagai Negara. Konferensi dihadiri 147 peserta dari 31 Negara. Dalam Konferensi ini di paparkan 68 makalah yang telah diseleksi oleh lebih dari 150 reviewer dari 40 negara. Selain itu, ada juga pidato kunci (keynote speech) oleh 3 ilmuwan dunia di bidang ini.
Hari pertama, Robert Davision dari City University of Hongkong menyampaikan mengenai “Facilitating Social Harmony through ICTs: A Globetrotting Editor’s Perspective”. Hari Kedua, Christianthi Avgerou dari London School of Economics and Political Science berbicara tentang “Theoretical Framing of ICT4D Research”. Dan di hari terakhir, Kentaro Toyama dari University of Michigan menutupnya dengan menyampaikan topik tentang “Design, Needs, and Aspirations in International Development”. Dalam konferensi ini juga terdapat 5 diskusi panel dan juga ada presentasi 8 poster dengan tema yang beragam seputar persoalan mengenai teknologi komunikasi dan pemanfaatannya di Negara-negara berkembang.
Di sela-sela konferensi ini, yaitu pada hari kedua. USD dan UII mengajak seluruh peserta untuk mengunjungi Candi Prambanan untuk menyaksikan pagelaran Tari Ramayana, dan mengajak para peserta untuk menikmati wisata Kuliner khas Indonesia. USD dan UII melihat bahwa Konferensi ini menjadi kesempatan baik untuk mengenalkan Budaya dan keberagaman Indonesia khususnya Yogyakarta.Universitas Sanata Dharma dan Universitas Islam Indonesia melalui rektornya yaitu Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. dan Bapak Nandang Sutrisno, Ph.D. berharap dengan diselenggarakan konferensi ini, selain untuk membahas tentang permasalahan teknologi informasi, namun juga sebagai tempat untuk menunjukkan kepada masyarakat luas mengenai Sosial Harmoni dan Kebhinekaan yang ada di Indonesia. Terlebih, masyarakat Indonesia sedang mengalami Disharmoni yang dipengaruhi oleh teknologi informasi beberapa bulan belakangan ini. Oleh karena itu, USD dan UII ingin menunjukkan kepada dunia bahwa yang berlatar belakang berbeda pun dapat berdampingan dan bekerjasama menyelenggarakan sebuah kegiatan. USD dan UII juga berharap kerjasama yang telah dibangun ini dapat menjadi contoh konkret bagi masyarakat mengenai persatuan dan mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan teknologi informasi seperti media sosial dengan penuh tanggungjawab.
(YAF & CA)




