Rabu 24 Mei 2017 menjadi hari perayaan syukur atas kebahagiaan segenap Keluarga Besar Universitas Sanata Dharma (USD), khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) atas perolehan Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Sebagai ucapan syukur atas kebahagiaan tersebut, prodi PBSI menyelenggarakan 2 acara inti yaitu misa syukur dan seminar. Misa syukur di Kapel Bellarminus Kampus I USD dipimpin oleh Romo J. Prapta Diharja, SJ dan Romo Kanisius Kami, Pr. Perayaan Misa Syukur bernuansa adat kedaerahan. Pada perarakan pembuka Misa, ditampilkan tarian adat dari daerah Manggarai dan pada persembahan Misa, tarian adat Jawa Tengah menjadi pengiring persembahan syukur tersebut. Dalam homili yang disampaikan oleh Romo Prapta, beliau mengatakan bahwa patut kita untuk bersyukur atas cinta yang Tuhan berikan, hingga saat ini 50 tahun PBSI Tuhan mencintai kita, salah satunya dengan memberikan Akreditasi sebagai sebuah tanggungjawab baru terhadap dunia pendidikan.
Setelah perayaan misa syukur, acara dilanjutkan seminar di Auditorium Driyarkara Kampus II USD. Seminar ilmiah bertemakan “Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai Wahana dalam Membangun Nilai-Nilai Humanitas” dengan narasumber Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Guru Besar Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Jalannya seminar dipandu oleh Prof. Dr. Pranowo, yang bertindak sebagai moderator. Acara seminar dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dilanjutkan lagu Himne Sanata Dharma yang dibawakan oleh paduan suara mahasiswa PBSI. Setelah itu, Dekan FKIP Rohandi, Ph.D.; Ketua Program Studi PBSI Dr. Yuliana Setyaningsih, M.Pd.; dan Rektor USD Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc, Ph.D. memberikan sambutan.
Dalam seminar Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M. Pd. memaparkan tentang tema besar yang menjadi pokok pembahasan mengenai nilai-nilai humanitas. Beliau mengatakan bahwa nilai-nilai humanitas tidak asing lagi bagi USD. “Nilai humanitas menjadi nilai pokok yang harus diperjuangkan oleh siapapun, khususnya pada bidang pendidikan.” tutur Pak Sarwiji. Dalam makalah, beliau memaparkan pandangan pro-kontra terhadap nama program studi dan dilanjutkan pembahasan mengenai konsep humanitas dalam pendidikan. Ada pula pemanis suasana seminar yaitu dengan ditampilkannya tarian persembahan dari adat Dayak, adat Jawa, dan Bali, juga pembacaan puisi dari mahasiswa PBSI.
Dalam satu tema besar ini, seluruh Keluarga Besar PBSI, Bahasa Indonesia dan Sastra menjadi wahana bagi nilai-nilai humanitas yang harus dibagikan pada peserta didik. Sehingga Akreditasi A yang diperoleh bukanlah sebagai titik akhir, melainkan menjadi sebab untuk bekerja lebih baik lagi. Rangkaian acara ditutup ramah tamah dengan iringan musik dan lagu-lagu sambil santap siang bersama-sama di halaman Auditorium.
(YMN & TA)




