USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Aksi Dunia 2016-2030:
'Lokakarya Sustainable Development Goals'

diupdate: 10 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma melalui Wakil Rektor III, memberi kesempatan dua orang mahasiswa untuk mengikuti Lokakarya Sustainable Development Goals (SDGs). Dua orang mahasiswa tersebut adalah Ni Putu Rusmitha Cintya Dewi Program Studi Magister Manajemen yang merupakan salah satu anggota UKM Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Sanata Dharma (Mapasadha) dan Yohanes Willy Agusta Program Studi Farmasi yang aktif dalam kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU). Lokakarya ini dilaksanaka di Hotel Rengganis pada tanggal 21-23 Mei 2017 dan difasilitatori oleh Maria Mumpuni P dari Lembaga Benih Matahari (BIMA). Sebanyak 25 orang perwakilan LSM dan akademisi dari berbagai wilayah se-Indonesia seperti Aceh, Bali, Sulawesi, Bogor, Jawa Timur, Jakarta, dan Yogyakarta hadir dalam kegiatan ini.
Sustainable Development Goals (SDGs)merupakan Aksi Dunia yang berdasarkan pada kesepakatan bersama negara-negara di dunia. SDGs disepakati pada 25 September 2015 oleh 193 Kepala Negara, dan berlaku selama tahun 2016–2030. Kegiatan ini diprakarsai oleh World Wild Foundation (WWF) Indonesia yang bekerjasama dengan Benih Matahari (BIMA). Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak pelaku program di tingkat lokal untuk memahami hubungan kesepakatan global Sustainable Development Goals (SDGs) 2016–2030 dengan program di tingkat lokal. Hasil yang ingin dicapai pada Lokakarya yaitu adanya strategi untuk menghubungkan Capaian dan Indikator SDGs Global – Nasional – inisiatif lokal dan adanya Kerangka Panduan Sinergi Capaian SDGs dan Inisiatif lokal.
Luar biasanya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang diwakili oleh Ibu Wahyuningsih Darajati yang biasa dipanggi Ibu Ning sebagai Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air pun ikut memberikan beberapa materi dan informasi penting terkait penerapan SDGs di tingkat Nasional. Dalam kementerian sendiri, istilah SDGs dibahasa Indonesiakan menjadi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Materi yang disampaikan oleh Bappenas meliputi pelaksanaan SDGs di Indonesia, strategi dan partisipasi publik untuk SDGs Indonesia, pemetaan Indikator Global dan Nasional SDGs di Indonesia dan peran pemerintah Daeran dan Pedoman Teknis. Sedangkan materi yang dibahas dalam lokakarya meliputi pengantar SDGs, kerangka bidang garap Lembaga dan pengembangan diri, sinergi SDGs dengan inisiatif lokal, sistematika sinergi SDGs dengan Inisiatif lokal, dan roda peran (LSM-Institusi Pendidikan-Masyarakat-Pemerintah).
Setelah lokakarya ini berakhir harapannya masyarakat luas khususnya civitas akademika dapat ikut mendukung aksi dunia ini melalui pengenalan tentang SDGs dan pensinegian kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dengan 17 Goals dalam SDGs agar kehidupan di atas bumi ini berkelanjutan baik dari sisi sosial, ekonomi, dan ekologi.
(bdr)

  kembali