Sabtu (20/5) bertempat di Ruang Kadarman lantai 4 Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma (USD) diadakan diskusi Ngrasani Setan. Diskusi tersebut diadakan dalam rangka pemutaran Silent Movie with Live Gamelan Orchestra Setan Jawa di Auditorium Driyarkara USD pada hari Minggu 21 Mei 2017. Pembicara dalam diskusi tersebut adalah Garin Nugroho sebagai sutradara film bisu, Rahayu Supanggah sebagai komposer, dan Dr. Yustinus Tri Subagya sebagai pengajar Ilmu Religi dan Budaya USD. Dihadiri pula Direktur Pascasarjana USD Dr. G. Budi Subanar, SJ. dan Rektor USD Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc. Ph.D.
Sebelum menjelaskan proses pembuatan film bisu Setan Jawa, Garin Nugroho terlebih dahulu menceritakan kepercayaan orang Jawa mengenai mitos makhluk halus dan tiang bubrah. Menurut Garin, sejarah sinema tidak dapat dilepaskan dari wayang kulit. Hal itu diaplikasikan pada karya Garin yang berjudul Setan Jawa dengan menyuguhkan film bisu yang diiringi dengan gamelan secara live.
Proses pembuatan film tersebut hanya memakan waktu 6 hari, akan tetapi proses persiapan musik gamelan dan workshop-nya membutuhkan waktu satu tahun. Menariknya film Setan Jawa ini berlatar belakang Indonesia tahun 1920-an. Masa itu diangkat karena kental dengan industrialisasi kolonial yang menyebabkan kemiskinan dan menyuburkan cara-cara mistis untuk mencari kekayaan. Rahayu Supanggah selaku komposer untuk iringan gamelan menyebutkan bahwa musik gamelan merupakan salah satu sumbangan musik terbesar di dunia. Menurutnya, gamelan pun tidak dapat dipisahkan dari mysticism. Dalam pembuatan film ini, ia bekerja sama dengan Orkestra Simponi.
Dalam diskusi ini, Pak Tri Subagya yang memposisikan dirinya sebagai antropolog memaparkan gagasan orang Jawa tentang makhluk halus. Istilah makhluk halus digunakannya untuk menunjukkan kompleksitas dunia gaib di Jawa. Ia menguraikan mengenai bagaimana dunia roh halus diperbincangkan di kalangan orang Jawa. Diskusi yang diikuti dari berbagai macam kalangan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sebagai akhir acara, Rektor USD dan ketiga narasumber berfoto bersama dan ditutup dengan acara ramah tamah.
(YMN & NRP)




