Kamis, 18 Mei 2017 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma (PGSD USD) mengadakan Pekan Kreativitas Mahasiwa (PKM) di Pendopo PGSD Kampus I USD Mrican. PKM PGSD USD ini merupakan sebuah kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun, yang menjadi ajang bagi mahasiswa PGSD USD untuk menampilkan kreativitas mereka, dengan tujuan untuk mengajak para mahasiswa PGSD yang adalah calon guru SD, dapat menjadi guru SD yang kreatif.
Kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh keprihatinan mahasiswa PGSD USD terhadap cara pengajaran yang monoton yang sering ditemukan di banyak sekolah ketika mereka melakukan bimbingan belajar atau Program Pengalaman Lapangan (PPL). Tahun ini PKM diberi nama “Festival Waktu Luang”. Nama tersebut diangkat untuk mengajak para mahasiswa PGSD USD untuk memaknai waktu luang yang mereka miliki di sela-sela kesibukan perkuliahan. Kristophorus Divinanto (Divin), selaku Ketua Panitia mengungkapkan bahwa melalui tema tersebut pihak penyelenggara PKM ingin mengingatkan mahasiswa PGSD bahwa disela-sela kesibukan mereka dalam menjalani kuliah banyak kreativitas dan bakat yang dapat dikembangkan. Selain itu Divin juga mengungkapkan bahwa guru SD yang sekarang ini tidak kreatif karena terpaku oleh administrasi yang rumit seperti kurikulum atau metode pengajaran yang rumit. Sehingga tidak sempat untuk memikirkan kreativitas yang bisa meningkatkan minat belajar siswa. Melalui PKM ini penyelenggara ingin memberikan wadah untuk mengembangkan kreativitasnya sekaligus menjadi tempat bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi bahwa “guru SD harus kreatif”’.
Acara ini dimeriahkan oleh penampilan-penampilan bertajuk pop bercampur budaya yang dibawakan oleh mahasiswa PGSD USD angkatan 2013-2016. Penampilan tersebut berupa musik akustik, pembacaan puisi, band, lagu anak-anak yang dikemas dalam musik dangdut, wayang kardus, dan tari-tari tradisional. Setiap penampilan disambut dengan meriah oleh para penonton yang sebagian besar adalah mahasiswa PGSD USD dan juga mahasiswa dari program studi lain. Selain penampilan dari mahasiswa juga ada bazaar multikultural. Bazaar multikultural tersebut menyajikan berbagai makanan daerah yang dibuat oleh para mahasiswa yang dapat dinikmati para pengunjung secara gratis.
(IBS& YMRDR)




