Kompetisi bulu tangkis dalam rangka Lustrum ke-11 Universitas Sanata Dharma telah selesai 29 Oktober 2010. Kompetisi ini bertujuan utama untuk meningkatkan rasa persaudaraan sekaligus performa pecinta olah raga bulutangkis antar unit kerja/fakultas di lingkungan USD baik dosen, karyawan, dan mahasiswa. Kompetisi ini hanyalah bagian kecil dari serangkaian acara Lustrum ke-11 USD, karenanya, kompetisi ini dapat dipandang sebagai salah satu mata acara untuk memeriahkan Lustrum ke-11 USD. Panitia berusaha keras untuk merancang kompetisi ini secara berbeda daripada pelaksanaan tahun sebelumnya.
Sistem pertandingan dikemas dalam bentuk setengah kompetisi dengan model group. Pertimbangannya sederhana, yakni agar tiap-tiap tim tidak langsung terhenti di satu pertandingan saat tim tersebut mengalami kekalahan. Mengingat sistem bersifat masih baru, pada awalnya ada keraguan dari panitia apakah sistem ini dapat berjalan. Untungnya, fakta ternyata menunjukkan kondisi yang berbeda. Animo tiap unit kerja/fakultas untuk mengirimkan timnya cukup baik. Pada tahap awal tercatat 22 tim terdaftar sebagai peserta, meski pada akhirnya 2 tim, yakni dari Fakultas Teologi dan FST-C (Fakultas Sains dan Teknologi) mundur sebagai peserta tanpa alasan yang jelas.
Pada tanggal 11 Oktober 2010, kompetisi ini resmi dibuka oleh Wakil Rektor II USD, Drs. L. Bambang Harnoto, M.Si. Partai semifinal dan final kompetisi bulu tangkis di helat di Aula USD Kampus I Mrican. Pada partai final yang memperebutkan juara I dan II, Tim FKIP A mengalahkan Tim FKIP C dengan skor 2-0, sementara partai untuk menentukan juara III dan IV Tim FST-B mengalahkan Tim Ekonomi B dengan skor 2-1. Dengan demikian, Juara I adalah Tim FKIP-A (A. Sukendar, Yoni, Heri St, Leo, Fr. Paulus, dan Inocentius) dan berhak atas piala + uang pembinaan $ 108 USD; Juara II adalah Tim FKIP-C (Fr. Sulardi, Ardi, Windy, Adit, Felix, Marsidiq, Wawiek, Sapto) dan berhak atas piala + uang pembinaan $ 81 USD; Juara III adalah FST-B dan berhak atas piala + uang pembinaan $ 54 USD; dan Juara IV adalah FE-B dan berhak uang pembinaan $ 27 USD. Dari hadiah yang diterima, khususnya untuk Tim FKIP-A dan Tim FKIP-B, keduanya bersepakat bahwa sebagian hadiah akan disumbangkan untuk membantu meringankan beban para korban Gunung Merapi.
Secara umum pelaksanaan acara ini berjalan lancar. Kalaupun ada protes kecil, hal tersebut hanyalah berpangkal dari hal yang sederhana, seperti: kurang dipahaminya ketentuan yang berlaku dan tidak ikut sertanya perwakilan tim dalam acara technical meeting, serta konteks persoalan yang terjadi pada waktu pertandingan akan dilangsungkan. Acara seperti ini patut untuk terus dilakukan ke depan dengan sistem organisasi yang lebih baik dan personil kepanitiaan yang ditentukan secara bergilir pada tiap unit kerja/fakultas di USD. Alasannya sederhana saja, keterlibatan seseorang menjadi panitia sungguh memerlukan kesediaannya untuk berkorban energi, biaya, dan curahan waktu yang tidak sedikit. Akhirnya, Viva USD ke-55 dan selamat kepada para pemenang. (Marsidiq)




