USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Perpustakaan USD dan UKM Natas Gelar 'Pelatihan Menulis di Media Massa'

diupdate: 10 tahun yang lalu


Bertempat di Ruang Workstation Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (USD) Kampus 2 Mrican, Sabtu (29/04), pihak pengelola Perpustakaan USD mengadakan pelatihan dengan tema ‘Pelatihan Menulis di Media Massa’. Dalam menyelenggarakan pelatihan ini, pihak pengelola Perpustakaan USD menggandeng Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) “Natas” USD untuk berkerjasama. Dalam kesempatan ini, pihak penyelenggara menghadirkan Y.B.Margantoro, Redaktur Senior Harian Bernas sebagai pembicara.
Pelatihan ini diikuti 34 peserta, baik dari kalangan dosen USD maupun mahasiswa USD. Kegiatan ini dimulai pukul 08.30 WIB, dibuka dengan sambutan dari Fileksius Gulo, Kepala Penelitian dan Pengembangan (Litbang) LPM Natas. Dalam sambutannya ia menyampaikan maksud diselenggarakannya acara. Menurutnya, kerjasama dengan pihak Perpustakaan kampus menjadi momen bagus bagi LPM Natas untuk menyebarkan “virus” menulis.
Dalam materinya, Y.B. Margantoro menekankan bahwa siapa saja dalam hal ini warga masyarakat, bisa menjadi wartawan media massa. “Seorang wartawan tidak bisa hadir di mana-mana pada saat yang sama. Padahal, suatu peristiwa pasti terjadi setiap saat di banyak tempat.” tuturnya. Y.B. Margantoro juga mengatakan bahwa masyarakat bisa memanfaatkan rubrik Citizen Journalism yang banyak terdapat di media cetak untuk melaporkan sesuatu yang terjadi di sekitarnya.
Untuk merealisasikannya, Margantoro mengajak peserta untuk menulis di media massa. Untuk itu peserta dibagi ke dalam kelompok yang beranggotakan lima hingga tujuh orang untuk setiap kelompoknya. Masing-masing kelompok diberi surat kabar  Kompas, Bernas, Kedaulatan rakyat, Tribun Jogja dan Harian Jogja, dari kelima nama surat kabar itu dijadikan nama kelompok. Dari tiap-tiap kelompok diminta untuk menulis berita dan mengirimkan ke masing-masing-masing surat kabar. “Tulislah dulu, perkara dimuat atau tidak itu urusan redaksional mereka. Yang terpenting, anda sudah mencoba untuk menulis.” tuturnya menyemangati para peserta pelatihan.
Setelah memandu dinamika kelompok, Margantoro menginstruksikan setiap peserta untuk menulis berita jenis straight news dalam waktu 30 menit. “Yang anda tulis cukup acara pelatihan ini saja, perhatikan unsur 5W+1H.” ujarnya kepada peserta. Lewat 30 menit, ia meminta para peserta untuk berhenti menulis, seberapapun hasilnya kemudian dikoreksi langsung oleh Pak Margantoro. “Dalam dunia pers, waktu sangat berharga.” tuturnya menjelaskan alasan dirinya meminta peserta menghentikan aktivitas menulis.
“Dengan acara ini semoga teman-teman lebih melek lagi terhadap media dan memiliki kesadaran untuk menulis seperti yang dikatakan Promoedya Ananta Toer bahwa menulis adalah sebuah keabadian.” tutur Feliksius.
(DSO & YMN) 

  kembali