Bertolak dari pro dan kontra yang terjadi di dunia pendidikan terhadap Kurikulum 2013, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan seminar tahunan dengan tema “Implementasi dan Problematika Kurikulum 2013” pada hari Sabtu, 22 April 2017 di Ruang Drost Lantai 4 Gedung Utama Kampus 3 USD Paingan. Seminar yang mengangkat topik hangat pada dunia pendidikan ini dihadiri oleh 141 peserta yang terdiri atas 73 mahasiswa Pendidikan Fisika, 50 mahasiswa dari luar Program Studi Pendidikan Fisika, 18 peserta dari luar USD, dan Forum Besar Mahasiswa Fisika Murni dan Pendidikan (FBMF) Jogja-Solo.
Ketua Panitia seminar Ivana Diah Antari dalam sambutannya menuturkan dengan adanya seminar pendidikan ini diharapkan wawasan dan pengetahuan tentang Kurikulum 2013 semakin luas sebagai persiapan untuk menjadi guru. Selanjutnya, Ketua HMPS Pendidikan Fisika, Natalia Ica menambahkan bahwa harapan seminar ini dapat membuka wawasan tentang pendidikan di Indonesia yang sering berubah, sehingga calon guru dapat bersiap diri. Pada akhir sambutannya, Natalia membacakan sebuah kutipan dari Lenang Manggala, “Sesuatu yang telah terjadi, hanya akan tetap menjadi sesuatu yang telah terjadi. Tetapi, tentang bagaimana caramu menyikapi, adalah sesuatu yang menentukan perihal siapa dan bagaimana kualitas dirimu sebagai seorang pribadi.” Kutipan ini menguatkan peserta seminar bahwa perubahan sistem pendidikan di Indonesia harus disikapi dengan bijaksana dan tetap fokus terhadap tanggung jawab sebagai seorang guru.
Sementara itu, Dr. Ign. Edi Santosa, M.S. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika USD dalam sambutannya mengatakan bahwa Kurikulum 13 memang menjadi topik hangat. Hal ini dikarenakan ketika diterapkan di sekolah terdapat banyak perubahan, sehingga ada sekolah yang menerapkannya dan tidak. Tentu hal ini dikarenakan Kurikulum 2013 menuai problematika di kalangan pendidik. Rapor siswa yang dulunya hanya selembar pun berubah menjadi hasil belajar yang sangat rinci. Seminar ini selain menambah wawasan tentang Kurikulum 2013, juga menjadi ajang silaturahmi beberapa kalangan dari Prodi Pendidikan Fisika, mahasiswa dalam dan luar USD untuk saling mengenal dan berbagi.
Dalam seminar ini dihadirkan dua pembicara yakni Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. (dosen PGSD USD) dan Drs. Emanuel Gentur L., M.Pd. (guru SMK Penabur Jakarta). Jalannya seminar dipandu oleh Agatha Aprilia, mahasiswi Pendidikan Fisika sebagai moderator seminar. Pembicara pertama, Ibu Kintan menjelaskan bahwa alasan diadakannya Kurikulum 2013 adalah untuk menjawab tantangan kehidupan yang semakin kompleks (kemajuan teknologi, masalah lingkungan hidup, ekonomi berbasis pengetahuan, kebangkitan sektor budaya) dan membutuhkan kompetensi akan kemampuan komunikasi, berpikir jernih, kreatif, siap kerja, toleransi pada perbedaan, dan bertanggungjawab terhadap lingkungan. Oleh karena itu, kurikulum lama dianggap belum mampu menjawab tantangan. Permasalahan pun kerap terjadi saat pelaksanaan Kurikulum 2013 yakni kebingungan guru tentang langkah pemnbelajaran dengan scientific approach, buku siswa yang belum memberi acuan langkah pembelajaran yang utuh hingga kegelisahan melaporkan hasil penilaian autentik. Dalam sesinya, Ibu Kintan memaparkan tentang cara melaksanakan pembelajaran dengan langkah scientific approach.
Selanjutnya, Bapak Gentur sebagai pembicara kedua memaparkan permasalahan yang muncul dalam implementasi Kurikulum 2013, seperti sulitnya mengubah mindset guru dan mengubah proses pembelajaran teacher centered ke student centered. Beliau juga memaparkan tentang perbedaan antara Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013. Kurikulum 2006 perlu perubahan karena banyak permasalahan yang muncul, salah satunya bahwa standard proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang adanya beragam penafsiran. Sementara Kurikulum 2013 memiliki langkah pembelajaran dengan dimensi pedagogik modern, yakni scientific approach sebagai katalisator utama.
(MGAP)




