USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Sastra, Bagian Diri Kita

diupdate: 10 tahun yang lalu


Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharam mempersembahkan Festival Sastra (Sasart) 2017. Festival yang bertemakan “Hari Bumi” terdiri atas dua rangkaian acara dengan judul “Membumikan Kata Melangitkan Kita”. Salah satu rangkaian acaranya adalah Lomba Baca Puisi tingkat SLTA se-DIY dan Jawa Tengah. Novita Anggarwati (2016), selaku Ketua Pelaksana lomba baca puisi memaparkan makna dari judul acara katanya, “Puisi itu memberikan kata-kata. Melalui tulisan maupun ungkapan kata-kata itu, kita pun ‘terlangitkan’ mengaktualisasikan diri kita.”
Lomba yang diadakan pada hari Sabtu, 22 April 2017 pukul 09.00 WIB – 13.00 WIB bertempat di Ruang Seminar LPPM Universitas Sanata Dharma ini, panitia menyediakan tiga puisi untuk dipilih oleh peserta lomba: (1) Nyanyian Angsa oleh W. S. Rendra, (2) Jante Arkidam oleh Ajip Rosidi, dan (3) Pada Suatu Malam oleh Sapardi Djoko Damono. Puisi-puisi tersebut merupakan puisi panjang. Oleh karena itu, lomba baca puisi ini dilakukan secara berkelompok dengan minimal lima orang dan maksimal delapan orang dalam setiap kelompoknya. Perlombaan ini diikuti oleh 8 kelompok (sekolah) yakni SMA N 11 Yogyakarta, SMA Seminari Mertoyudan (Magelang), SMA PL. St. Louis IX Sedayu, SMK Bokpri 2 Yogyakarta, SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, SMK N 6 Yogyakarta, SMA N 10 Yogyakarta, dan SMA  Bopkri 2 Yogyakarta dengan total 41 peserta. Ada tiga juri yang dihadirkan: (1) Drs. B. Rahmanto, M.Pd. (Dosen Sastra Indonesia USD), (2) Ikun Sri Kuncoro (seniman Teater Kandang Jaran), dan (3) Heri Mardiyanto (dari Balai Bahasa Yogyakarta).
Di penghujung acara, pemenang lomba baca puisi diumumkan. Juara 1 adalah SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, Juara 2 adalah SMA Seminari Mertoyudan, dan Juara 3 adalah SMK Bopkri 2 Yogyakarta. Masing-masing pemenang mendapatkan piala+sertifikat+uang tunai.
Ditemui seusai acara, Aloysius Ayusta Thobi A. S. yang akrab disapa Thobi, salah satu peserta lomba dari SMA Seminari Mertoyudan, mengungkapkan rasa senang dan bangga telah mendapatkan Juara 2. Laki-laki yang kini berada di tahun ketiga (kelas XI IPA) menyatakan baiknya kegiatan baca puisi ini, katanya, “Kaum muda sekarang kebanyakan fokus pada gadget, jarang mengaktualisasi diri dan mengekspresikan diri. Maka dengan kegiatan sastra seperti baca puisi atau musikalisasi puisi dari puisi kita jadikan lagu, bisa menambah ilmu dan gagasan.”
Ditanya perihal hubungan antara tema dan judul acara, Thobi yang acap kali menjuarai perlombaan sastra ini mengutarakan pendapatnya, “Sesuai dengan pesan Paus Fransiskus dalam ensikliknya Laudato si’ tentang lingkungan hidup, kita diajak untuk mencintai lingkungan hidup. Kaitannya dengan sastra, yakni, supaya kaum muda lebih mencintai sastra dan memendamnya di tanah. Memendam dalam arti belajar, mempelajari, mendalami, dan menanam sastra dalam diri dan akhirnya tumbuh berkembang dan berbuah.”
(MGAP)

  kembali