Rabu (12/4/2017), Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Program Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, mengadakan lokakarya bertajuk “Internasionalisasi Bahasa Indonesia dalam Perspektif Asing” di Ruang Seminar Auditorium Driyarkara, Kampus 2 USD. Lokakarya ini menghadirkan narasumber Marina Frolova, Ph.D. Beliau adalah dosen Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Moscow, Institude of Asian and African Student.
Tema ini penting untuk diperbincangkan dalam lokakarya ini karena sejalan dengan program pemerintah yang tercantum dalam UU No. 24 Tahun 2009 Pasal 44 tentang fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan. Pengadaan lokakarya dengan tema tersebut memperlihatkan dukungan prodi terhadap program penginternasionalisasian bahasa Indonesia. Sebagaimana yang diungkapkan Dr. Yuliana Setiyaningsih, M. Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia, bahwa upaya pemerintah untuk menginternasionalisasikan Bahasa Indonesia perlu didukung oleh kalangan akademisi dan praktisi bahasa dan sastra Indonesia.
Dalam lokakarya tersebut, Marina Frolova, Ph.D, selaku narasumber mengungkapkan penerapan Bahasa Indonesia di Rusia. Bahasa Indonesia di Rusia memiliki sejarah yang berakar pada zaman Uni Soviet (1922-1991). Adapun Bahasa Indonesia di Rusia mulai diajarkan di Universitas Negeri Moscow pada akhir tahun 1950-an. Universitas Negeri Moscow merupakan tempat Marina Frolova, Ph.D. mengabdi. Universitas tersebut memiliki Fakultas Orientalisme. Fakultas tersebut merupakan institut bahasa-bahasa Timur.
“Institude of Asian and African Student memiliki program untuk memajukan pengajaran bahasa Indonesia”, demikian yang diungkapkan Bu Marina, sapaan untuk narasumber berkompeten tersebut. Dalam pemaparan materinya diungkapkan bahwa proses pendidikan di IAAS untuk jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan hasil dari inovasi dan konservasi. Berbagai usaha dilakukan untuk melakukan perubahan-perubahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia agar sejalan dengan tuntutan zaman, serta tetap menjaga nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya.
Pembelajaran bahasa Indonesia di Rusia dilakukan dengan menggabungkan metode lama dan metode baru. Kepada Marina Frolova, Ph.D., seorang Profesor Sastra Iran, Marina Reisner, mengungkapkan bahwa perlu berpikir tentang hal yang sudah dikerjakan para pendahulu dan tidak berpikir tentang hal yang belum dikerjakan mereka. Pernyataan tersebut dicantukan Marina Frolova, Ph.D dalam artikel jurnal yang diseminarkan pada Rabu (12/4/2017) tersebut. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di Rusia dimulai dengan metode berbicara dengan native speaker atau penutur asli serta belajar dari teks-teks berbahasa Indonesia. Selanjutnya, metode pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan mengalami perkembangan, yakni adanya penggunaan metode penerjemahan. Dengan menggunakan metode ini, pembelajar bahasa Indonesia di Rusia mempelajari bahasa Indonesia dari buku pelajaran bahasa Indonesia yang berupa naskah. Diungkapkan Marina bahwa naskah-naskah tersebut pertama kali ditulis oleh Liudmila Mervart, penerjemah hikayat Seri Rama ke dalam Bahasa Rusia.
Perkembangan teknologi digital turut meringankan beban para peserta didik secara signifikan, karena pembelajaran bahasa Indonesia saat ini sudah berbasis teknologi. Artinya berita yang berasal dari internet dan karya sastra terbaru dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Lebih lanjut Marina mengungkapkan bahwa media cetak yang seringkali digunakan, yakni Tempo dan Kompas. Selain itu, sarana youtube juga digunakan untuk membantu dalam pembelajaran bahasa Indonesia, baik yang baku, maupun yang non baku. Film Indonesia juga seringkali digunakan sebagai sarana dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Rusia. Kendala utama yang sedang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Rusia, yakni kesulitan untuk mendapatkan pengajar asli Indonesia serta belum memiliki standarisasi kurikulum dalam pembelajarannya.
Marina Frolova, Ph. D. mendapat apresiasi dari Dr. R. Kunjana Rahardi, M. Hum., Ketua Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma. Apresiasi tersebut didasari oleh penilaian bahwa dosen Bahasa dan Sastra Indonesia di Rusia tersebut memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang sangat baik. Dalam pidato penutup Dr. R. Kunjana Rahardi, M. Hum. juga mengatakan bahwa perlu meningkatkan kompetensi dalam berbahasa Indonesia. Dengan demikian, bahasa Indonesia akan semakin bermartabat.
(YEA)




