USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pengaruh Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah

diupdate: 10 tahun yang lalu


Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Sanata Dharma pada hari Jumat, 31 Maret 2017 menyelenggarakan seminar dengan tema “Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Masa Depan”. Seminar yang dilaksanakan di Ruang Seminar Auditorium Driyarkara, Kampus 2 USD Mrican tersebut terbuka untuk umum terutama untuk para pendidik dan calon pendidik, dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang pendidikan karakter yang baik untuk keadaan masa kini.
Seminar dimulai dengan tarian adat dayak yang berjudul Mansai oleh Komunitas Pakat Dayak USD, selanjutnya seminar dibuka oleh Dekan FKIP Rohandi, Ph.D. Jalannya seminar dipandu oleh Hendra Kurniawan, M.Pd. yang bertindak sebagai moderator.
Pembicara pertama yaitu Prof. Dr. Dudung Abdurahman, M.Hum., yang merupakan Ketua MSI Cabang DIY dan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beliau menjelaskan materi yang berjudul "Rekonstruksi Sejarah Lokal untuk Pendidikan Karakter". Materi tersebut menjelaskan bahwa sebuah sejarah lokal juga dapat menjadi sumber pengetahuan untuk diaplikasikan dan dapat diterapkan sebagai sebuah pembelajaran dari pendidikan karakter.
Pembicara kedua yaitu Hj. Tri Lestari, S.Pd. M.Pd., guru sejarah di SMAN 1 Kasihan. Beliau memaparkan materinya yang berjudul "Penguatan Pendidikan Karakter". Pada materi tersebut dijelaskan bahwa sekolah atau tenaga pendidik dapat menjadi penguat pada pendidikan karakter karena pendidikan karakter sebagai roh atau fondasi utama pada sebuah pendidikan.
Pembicara selanjutnya adalah Dra. Theresia Sumini, M.Pd., dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP USD. Beliau menjelaskan tentang materinya yang berjudul "Konstruksi Nilai-nilai Karakter melalui Paradigm Pedagogi Reflektif Dalam Materi Sejarah Maritim Untuk SMA". Materi yang dipaparkan beliau adalah pengembangan pembelajaran sejarah  dengan Paradigma Pedogogi Reflektif (PPR) pada materi sejarah maritim di SMA berpatokan pada tiga aspek yakni aspek competence, conscience, dan compassion dalam membangun potensi siswa menjadi pribadi yang utuh. Melalui pemahaman materi dan pemaknaan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti rasa tanggung jawab, kejujuran, kerjasama, peduli, sikap juang dan persatuan dapat berkembang pada diri peserta didik.
Drs. Y.R. Subakti, M.Pd., dosen sekaligus Kepala Laboratorium Pendidikan Sejarah FKIP USD, sebagai pembicara yang terakhir menjelaskan materinya yang berjudul “Membangun Karakter Anak Bangsa Melalui Pembelajaran Sejarah Berbasis Konstruktivisme”. Materi tersebut menjelaskan tentang pembelajaran berbasis konstruktivisme menjadi sangat penting dalam upaya penanaman nilai-nilai pembentukan karakter bangsa karena pembelajaran berdasarkan konstruktivisme memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasa siswa sendiri, berbagi gagasan dengan temannya, dan mendorong siswa memberikan penjelasan tentang gagasannya. Demikian juga dalam pelajaran sejarah, siswa diharapkan mampu untuk mengungkapkan ide, pemikiran, argumentasi yang logis, dan ilmiah.
(CDW & JN)

  kembali