Terpilihnya Romo Dr. Robertus Rubiyatmoko, Pr menjadi Uskup Agung Semarang merupakan kabar yang sangat membanggakan bagi Sivitas Akademika Universitas Sanata Dharma (USD). Romo Dr. Robertus Rubiyatmoko, Pr adalah Dosen USD, beliau mengajar di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Dengan demikian Romo Rubiyatmoko adalah dosen USD kedua yang terpilih menjadi Uskup Agung Semarang setelah Romo Prof. Dr. Ign. Suharyo, Pr.
"Kita bangga dan mendukung Uskup baru yang berasal dari Universitas Sanata Dharma, karena Uskup dari kalangan akademik akan menopang pengembangan Keuskupan Agung Semarang (KAS) di tengah masyarakat/umat yang berada dalam era informasi dan berpengetahuan luas." kata Rektor USD Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. ketika ditanya tanggapan beliau atas terpilihnya Romo Ruby menjadi Uskup Agung Semarang. “Harapan saya, pengembangan KAS dapat ditopang dengan kajian ilmiah dari USD.” tambah Rektor USD.
Sementara itu Romo Albertus Bagus Laksana, SJ, S.S., Ph.D. selaku Ketua Program Studi S1 Teologi USD menyampaikan bahwa pengangkatan Romo Ruby merupakan sebuah kehormatan bagi Fakultas Teologi. "Kesibukannya sebagai Uskup, beliau tidak akan memiliki waktu untuk mengajar, tetapi akan berperan besar karena menjadi kanselir atau semacam ketua yayasan bagi Fakultas Teologi Wedabhakti yang akan mengarahkan kebijakan-kebijakan fakultas." kata Romo Bagus.
Berikut ini kutipan berita dari http://www.koran-jakarta.com/romo-rubiyatmoko-jadi-uskup-agung-semarang/ yang diposting Senin (20/3):
“Paus Fransiskus memilih Romo Robertus Rubiyatmoko Pr sebagai Uskup Agung Semarang. Penunjukan pengganti almarhum Mgr Pujasumarta tersebut diumumkan Administrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang (KAS), Romo FX Sukendar Wignyosumarta saat misa Sabtu malam, di Gereja Katederal Semarang.
“Kami menerima mandat dari Duta Besar Vatikan untuk Indonesia untuk mengumumkan. Pemilihan Romo Rubiyatmoko tersebut sudah diumumkan lebih dahulu di Roma,” kata Romo Sukendar, di Semarang, Sabtu (18/3). Jabatan Uskup Agung Semarang kosong sejak 16 bulan yang lalu. Almarhum Uskup Agung, Mgr Pujasumarta tutup usai pada November 2015.
Selanjutnya, kata Romo Sukendar, KAS diberi waktu tiga bulan untuk menyiapkan pentahbisan. Kami sudah mulai membentuk panitia.”
(YUNA)




