Pagi ini, Selasa (9/11) puluhan sapi mulai terlihat di sekitar lokasi pengungsi yang berada di posko RUSUNAWA (Rumah Susun Mahasiswa) USD. Menurut keterangan salah satu warga, sapi-sapi ini berasal dari desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari 120 ekor sapi di RT tempat tinggalnya, hanya ada lima ekor yang tersisa. Padahal sapi-sapi tersebut adalah harta yang sungguh berharga bagi mereka, sekaligus sebagai sumber mata pencaharian mereka. Menilik kondisi sapi-sapi ini, sungguh memprihatinkan. Selama para pengungsi berada di lokasi pengungsian, mereka tidak dapat mengurus sapi-sapinya yang tertinggal di daerah bencana, sehingga selama empat hari ini sapi-sapi tersebut belum mendapatkan makanan.
Saat ini para pemilik sapi tidak dapat berharap memerah susu sapi mereka meskipun sapi-sapi tersebut sudah diungsikan ke lokasi yang aman. Beberapa orang pengungsi tampak sibuk mengurus sapi-sapinya di sebidang tanah depan Rusunawa yang saat ini dihuni 838 orang pengungsi. Daerah ini nampak hijau dengan pepohonan dan rerumputan yang baru saja terguyur hujan. Selokan yang mengalirkan air bening berada di seberang jalan dan selokan ini menjadi sumber air bagi ternak mereka. Tidak diketahui dengan pasti siapa pemilik ladang tebu di sebelah lokasi sapi ini. (BST)




