Negeriku gelapi history
Kebencian jadi ideologi
Banyak nama yang hilang haknya
Di mana Tuan katakan
Begitulah penggalan lirik lagu “Menanti Arah” karya Glenn Fredly yang menjadi musik pengantar pada sebuah pertunjukan teater rakyat yang dipersembahkan oleh Unit Kegiatan Fakultas (UKF) Seni Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma (USD). Jumat (3/3/2017) pukul 19.30 WIB Hall Selatan Kampus 3 USD Paingan dipenuhi oleh para penikmat dan pecinta seni yang sebagian besar berasal dari keluarga besar Psikologi USD. UKF Seni Fakultas Psikologi merupakan salah satu UKF yang ada di Fakultas Psikologi USD. Berawal dari Unit Kegiatan (UK) pada awal tahun 2013 kemudian bertransformasi menjadi Unit Kegiatan Fakultas pada akhir tahun 2013. Pertunjukan malam itu terasa begitu istimewa karena merupakan pertunjukan pertama semenjak UKF Seni Fakultas Psikologi terbentuk.
Berangkat dari sebuah istilah yang dikemukakan oleh salah seorang tokoh psikologi (Carl Gustav Jung) panitia penyelenggaraan mengambil “SHADOW” sebagai judul pementasan. Setiap manusia selalu mempunyai dua sisi yang berbeda yaitu sisi gelap dan terang (positif dan negatif). Shadow merujuk pada sisi gelap dari kepribadian manusia dan cenderung negatif baik secara religius maupun sosial tidak diapresiasi. Sisi gelap ini cenderung tidak disadari oleh manusia dan berusaha untuk disembunyikan. Kemarahan, keserakahan, rasa iri, kebencian, dan hawa nafsu merupakan contoh dari sisi gelap kepribadian manusia. Sisi ini lah yang coba direfeleksikan dan diekspresikan dalam sebuah teater rakyat yang dikemas secara apik dengan mengkolaborasikan 4 divisi yang ada di UKF Seni Psikologi yaitu: divisi Teater (Teater 8), divisi musik (Musikologi), divisi tari (Androgini), dan divisi artistik seperti yang disampaikan oleh Deva selaku ketua pelaksana pementasan ini.
Cerita teater rakyat yang diangkat bercerita tentang kehidupan warga Desa Suket Urip yang mayoritas berprofesi sebagai petani yang mulai gusar karena adanya investor yang akan membuka sebuah pabrik di desa mereka. Dengan demikian maka sebagian warga harus menjual ladang pertaniannya kepada investor untuk digunakan sebagai lahan pabrik. Salah satu syarat agar investor bisa membangun pabrik di desa tersebut adalah dengan mengumpulkan tanda tangan persetujuan
dari warga setempat. Oleh sebab itu untuk memuluskan rencananya investor menjanjikan akan memperkerjakan warga sekitar dan akan membangun infrastruktur desa. Menanggapi hal ini warga Desa Suket Urip menjadi terpecah menjadi dua kubu yaitu pro dan kontra. Ada yang pro dengan alasan bahwa kehidupan mereka akan lebih sejahtera jika pabrik dibangun di desa mereka. Ada yang kontra dengan alasan bahwa pembangunan pabrik di desa mereka justru akan membawa dampak yang buruk bagi warga sekitar. Akibat perbedaan pendapat ini timbul pertikaian antara warga yang pro dan kontra. Pertikaian ini berawal dari pemaksaan kehendak oleh salah seorang warga yang pro dan memaksa seorang warga yang kontra untuk menandatangani surat persetujuan pembangunan pabrik. Berawal dari pertikaian seorang akhirnya pertikaian ini meluas kepada semua warga desa Suket Urip karena terprovokasi sehingga menjadi pertikaian kelompok pro dan kontra yang memakan korban.
Cerita teater rakyat tersebut merupakan sebuah realita yang dekat dengan kehidupan masa kini. Dewasa ini kriminalitas seperti peperangan, ujaran kebencian, menyebarkan berita hoax untuk mengadu domba, pemaksaan kehendak terhadap suatu suku, agama, ras, dan golongan marak terjadi. Mereka beranggapan bahwa orang yang tidak sepaham dengan dirinya adalah musuh yang harus dibasmi karena akan menghambat ambisinya. Mengkambing hitamkan orang lain seolah-olah dirinya selalu benar dan orang lainlah yang salah untuk menutupi kesalahannya sendiri. Hal-hal seperti inilah yang mencederai semangat kebhinnekaan yang telah ditanamkan oleh para pendiri bangsa sehingga konflik kepentingan marak terjadi dan tidak dapat dihindarkan. Hal seperti ini tentunya perlu dihindari, sehingga tidak menimbulkan korban penganiayaan dan kekerasan di negeri ini.
Passchedona Henrietta Puji Dwi Astuti Dian Sabbati, S.Psi.,M.A. atau yang akrab disapa Mbak Etta selaku Wakil Ketua Pogram Studi Psikologi sekaligus mewakili Fakultas Psikologi USD mengapresiasi dan sangat bangga kepada mahasiswa yang tergabung di dalam UKF Seni Psikologi. Bangga karena berani berkarya dan mengekspresikan sebuah karya. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, bahkan ditingkatkan kepada skala pementasan yang lebih besar di masa mendatang sebagai wujud dari aktualisasi dan ekspresi diri dari Fakultas Psikologi USD melalui bidang seni. (LH)




