USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Teater Rakyat: "Merawat Kebhinekaan Indonesia"

diupdate: 10 tahun yang lalu


Pentas Teater Rakyat (Tera) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa Semester II di Program Studi Pendidikan Agama Katolik (PAK) Universitas Sanata Dharma (USD). Mereka mengawali proses latihan selama satu minggu dalam Pekan Teater Rakyat di Studio Audio Visual (SAV) Puskat Sinduarjo. Latihan tersebut berlangsung dari tanggal 9-14 Januari 2017. Selama sepekan mereka didampingi oleh Bapak Tri Mulyono, S. Ag selaku dosen pengampu yang dibantu oleh Ari Subandono, S. Pd. dan Martinus Nanang A. S., S. Pd. selaku alumni yang menggeluti bidang teater.
Mahasiswa ini dibekali dengan berbagai materi, mulai dari observasi lapangan sampai proses produksi pementasan. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Koran dan Malioboro. Kelompok Koran menganalisa permasalahan yang ditemukan dalam berita-berita yang mereka baca. Sedangkan untuk kelompok Malioboro, mereka melakukan observasi langsung di sekitar Malioboro. Selanjutnya mereka mulai mengemas dalam sebuah skenario. Cerita yang dilakonkan oleh mereka berhasil dipentaskan pada Jumat, 17 Februari 2017 di Auditorium Kampus V USD. Audirotium Kampus V USD dipenuhi oleh penonton yang dengan antusias menyaksikan pementasan mahasiswa Semester II PAK ini.
Setiap tahunnya permasalahan yang diangkat dalam tera bertolak dari situasi masyarakat. Kali ini kelompok Koran mengangkat tema tentang pilkada dan kelompok Malioboro mengangkat permasalahan yang ada di sekitar Malioboro. Keduanya berusaha untuk menyuarakan keluhan-keluhan yang dialami oleh wong cilik. Keadaan yang menggambarkan pluralisme juga diangkat dalam cerita pilkada tersebut. Dalam pementasan tersebut, semua mahasiswa harus berani keluar dari kepribadiannya masing-masing untuk memerankan tokoh yang mereka mainkan. Tokoh-tokoh yang ada dalam teater tersebut mewakili situasi masyarakat saat ini. “Saya menjadi seorang rentenir, susah kali, tapi saya terus berlatih untuk menampilkan yang terbaik.” kata seorang mahasiswi. Memang bukanlah hal yang mudah dalam bermain teater, apalagi bagi pemula. Para mahasiswa tersebut berlatih dengan giat sembari menyelaraskan alur cerita yang mereka bawakan.   
Pentas Tera ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Romo Dr. Rukiyanto, SJ. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Katolik USD. Beliau menyampaikan bahwa seorang calon guru agama ataupun katekis hendaknya mempunyai mental untuk berani tampil baik di depan peserta didik maupun umat yang dilayani nantinya. “Melalui Tera ini mereka juga mewakili untuk menyuarakan permasalahan kontekstual yang terjadi di lingkungan masyarakat. Tema yang diangkat mereka sangat bagus, harapannya supaya para penonton turut serta menjadi pelopor kebhinekaan bangsa Indonesia sehingga terwujudlah pribadi yang berjiwa nasionalis di era ini.” demikian harapan Romo Ruki. (EDS)

  kembali