Setelah kunjungan dari Swinburne University of Technology (SUTS) Sarawak Campus di Universitas Sanata Dharma (USD) pada Desember lalu, beberapa pihak dari USD pun membalas kunjungan SUTS pada tanggal 08 Februari hingga 09 Februari 2017. Dalam kunjungan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut dari pihak USD hadir Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. selaku Wakil Rektor I; FX. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. selaku Wakil Rektor 4; Sudi Mungkasi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi; Dr. Anastasia Rita Widiarti, M.Kom. selaku Kaprodi Teknik Informatika; Dr. Lukas Purwoto selaku Kaprodi Manajemen; dan Tiberius Handono Eko Prabowo, M.B.A., Ph.D. selaku Kaprodi Magister Manajemen. Seperti halnya pada kunjungan ke Universitas Sanata Dharma Desember lalu, beberapa pihak dari Swinburne University of Technology yang kampusnya berada di Kuching Sarawak tersebut menyambut kedatangan pihak USD yang diwakilkan oleh Janet Gregory selaku Deputy Vice-Chancellor and Chief Executive, Professor Wallace Wang selaku Director, Research, Consultancy and Future Project dan Patrick Then selaku Associate Dean.
Dalam kunjungan tersebut terjadi diskusi mengenai perencanaan kerja untuk program petukaran dosen dan mahasiswa, percepatan kuliah, serta double degree. Untuk program pertukaran mahasiswa, poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah biaya dan akomodasi mahasiswa yang akan mengikuti program. Diputuskan, dalam diskusi tersebut, bahwa biaya yang dikeluarkan tidak akan lebih dari 45 juta rupiah per tahun. Dari segi akomodasi, akomodasi on-campus tersedia bagi mahasiswa baru, namun jika banyak peminat pihak SUTS akan membantu dalam pencarian akomodasi terpisah. Selanjutnya adalah skema double degree. Skema double degree yang dibahas antara lain 3+1 di mana pada skema ini mahasiswa pertukaran akan menjalani 3 tahun perkuliahan di universitas asal dan 1 tahun di universitas tujuan pertukaran yang kemudian akan mendapatkan double degree dan program fast track yaitu 3,5+1 di mana mahasiswa pertukaran akan menjalani perkuliahan selama 3,5 tahun di universitas asal dan 1 tahun program magister di universitas yang menjadi tujuan pertukaran. Tidak hanya program itu saja, namun skema 3,5+1,5 juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Dengan skema tersebut mahasiswa dapat menyelesaikan S1 di universitas asal selama 3,5 tahun dan kemudian melanjutkan kuliah di program magister di universitas tujuan. Program ini diharapkan bisa dimulai pada tahun akademik 2017/2018.
Untuk program yang pertama adalah diperuntukkan bagi program Teknik Informatika (S1) dan fast trrack (S2) Teknik Informatika. Selain itu, terdapat pula program lain yang merupakan kerjasama USD dengan SUTS. Program tersebut adalah seminar internasional bersama dengan program studi Magister Manajemen yang akan dilaksanakan bulan November 2017. Selain itu, saat ini sedang dilakukan penjajakan kerjasama untuk program fast track yang diperuntukkan bagi mahasiswa master of Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL)dengan program studi yang juga menjadi beberapa program studi dengan akreditasi sangat baik yaitu Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris di Universitas Sanata Dharma. Program tersebut berupa percepatan kuliah untuk program magister dengan pengakuan mata kuliah-mata kuliah yang relevan dengan Universitas Sanata Dharma.
Kunjungan ini menjadi pilar utama bagi keberlangsungan kerjasama dari kedua belah pihak. Diharapkan dengan terjalinnya kerjasama ini kedua belah pihak dapat merasakan pengalaman internasional yang dapat memperkaya diri baik dari segi psikologis maupun akademis agar dapat menjadi pribadi yang utuh yang cerdas dan humanis. (ck)




