USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Fakultas Farmasi USD Berbagi dengan Para Apoteker di Daerah

diupdate: 10 tahun yang lalu


Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma pada bulan Desember 2016 ini menyelenggarakan Program Pembelajaran Berkelanjutan (Continuing Professional Development) bagi para apoteker di dua daerah melalui kerjasama dengan PC IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Bangka Belitung dan PC IAI Kabupaten Badung, Bali. Kerjasama tersebut difasilitasi oleh Palfasadha (Paguyuban Alumni Fakultas Farmasi Sanata Dharma) daerah Bangka Belitung dan Bali, NTB, NTT. Program Pembelajaran Berkelanjutan ini bertujuan untuk memperbaharui pengetahuan kefarmasian bagi para apoteker. Program ini juga merupakan wujud kontribusi nyata keberadaan FF USD dalam mewarnai dunia kefarmasian di Indonesia seturut dengan Visi dan Misi FF USD.
Kegiatan Pembelajaran Berkelanjutan di PC IAI Bangka Belitung mengetengahkan tema “Peningkatan peran apoteker dalam pengendalian resistensi antibiotika”. Kegiatan ini melibatkan 5 dosen FF USD yaitu Dr. Yosef Wijoyo, M.Si., Apt.; Dr. Sri Hartati Yuliani, M.Si., Apt.; Dra. Titien Siwi Hartayu, M.Kes., Apt.; Aris Widayati, M.Si., Apt., PhD.; dan Maria Wisnu Dhonowati, M.Si., Apt. Kegiatan dihadiri oleh 70 apoteker, 15 di antaranya adalah alumni FF USD. Dalam diskusi terungkap adanya kebutuhan besar dari apoteker setempat untuk kegiatan serupa dengan tema-tema yang lainnya untuk memperbarui pengetahuan. Pelayanan residensial juga menarik minat peserta dan menambah semangat untuk mempraktekannya.
Kegiatan Pembelajaran Berkelanjutan di PC IAI Badung Bali bertajuk "Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pelayanan Kefarmasian terkait Penyakit Kardiovaskular". Kegiatan di Bali melibatkan 7 dosen FF USD yaitu: Dr. Erna Triwulandari, M.Si., Apt.; Dr. Rita Suhadi, M.Si., Apt.; Dr. Yustina Sri Hartini, M.Si., Apt.; Dr. Christine Patramurti, M.Si., Apt.; Dita Maria Virginia, M.Sc., Apt.; Christianus Heru Setiawan, M.Sc., Apt.; dan Putu Dyana Chrystasani, M.Sc., Apt. Kegiatan di Bali ikuti oleh 77 apoteker dengan 45 di antaranya adalah alumni. Sesi seminar memilih topik terkait dengan perundang-undangan kefarmasian, efek merokok terhadap penyakit kardiovaskular, dan pemanfaatan herbal pada penyakit kardiovaskular. Workshop peningkatan keterampilan pelayanan kefarmasian terkait penyakit kardiovaskular dirancang dalam beberapa topik yaitu menghitung risiko penyakit kardiovaskular, risiko diabetes, perhitungan manual rasio kolesterol, penyesuaian dosis pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, dan monitoring ketaatan terapi. Peserta sangat aktif bertanya baik dalam sesi seminar maupun workshop.
Kedua kegiatan pembelajaran profesi ini menuai tanggapan positif dari peserta dan pengurus PC IAI Bangka Belitung dan Badung Bali, serta alumni (Palfasadha). Kegiatan seperti ini patut dilanjutkan sebagai salah satu wujud kontribusi nyata FF USD terhadap masyarakat Farmasi dan  upaya memelihara keterikatan antara Fakultas Farmasi USD dan alumni yang tersebar di seantero nusantara. (AW)

  kembali